Perbandingan efektivitas obat kumur dengan konsentrasi alkohol berbeda untuk menghambat akumulasi plak gigi pada pemakai alat ortodontik cekat :: Kajian pada Metode Begg tahap 3
SUDARMONO, drg. Sri Suparwitri, SU.,Sp.Ort.(K.)
2007 | Tesis | PPDGS I OrtodonsiaTerdapat banyak komponen pada alat ortodontik cekat yang dapat menyebabkan plak dan sisa makanan sulit dibersihkan, sehingga kebersihan gigi dan mulut merupakan masalah yang harus diperhatikan oleh pasien dan operatornya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, membersihkan gigi tidak cukup dengan menyikat gigi saja namun perlu ditambahkan obat kumur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas obat kumur yang mengandung alkohol dengan konsentrasi berbeda untuk menghambat akumulasi plak gigi pada pasien pemakai alat ortodontik cekat. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental klinis dengan rancangan sama subjek, systematic random sampling, double blind method, menggunakan sampel sebanyak 30 orang pasien ortodontik dengan alat cekat metode Begg tahap 3 di Klinik Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada. Permukaan gigi diskor menggunakan PHP (Personal Hygiene Performance) Index yang dimodifikasi oleh Jackson dan Orthod (1991). Masing-masing sampel mendapat tiga kali perlakuan yaitu menggunakan obat kumur dengan konsentrasi alkohol 9% (perlakuan I), 21,60% (perlakuan II) dan 26,75% (perlakuan III). Hasil analisis variansi satu jalur menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam penurunan plak diantara perlakuan I, II dan III (P<0,05). Dari hasil analisis t-test menunjukkan bahwa pada taraf kepercayaan 95% antara perlakuan I dan II, I dan III serta II dan III berbeda signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah obat kumur dengan konsentrasi alkohol 26,75% termasuk dalam kriteria baik menurut PHP Index dengan skor plak rata-rata 0,81, tersedia di pasaran dan paling efektif untuk menghambat akumulasi plak dibandingkan dengan obat kumur dengan konsentrasi alkohol 21,60% dan 9% pada pemakai alat ortodontik cekat.
Many components of fixed orthodontic appliance that can cause food debris and plaque are difficult to be cleaned, so that oral hygiene is a problem that must be paid attention by a patient and the operator. For optimal result, tooth cleaning is not only by brushing the tooth but using mouthwash as well. The purpose of this research was to compare the effectiveness among mouthwashes with different alcohol content for inhibit plaque accumulation in the patients with fixed orthodontic appliance. This research was clinical experimental with same subject design, systematic random sampling, double blind method conducted in 30 patients with 3rd stage Begg method fixed orthodontic appliance at Orthodontic Clinic, Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University. Tooth surface was scored with PHP (Personal Hygiene Performance) Index which modified by Jackson and Orthod (1991). Each sample got three treatments by using mouthwash with alcohol concentration of 9% (treatment I), 21.60% (treatment II), and 26.75% (treatment III). The result of one-way ANOVA showed that there were significant differences between treatment I, II and III (P<0.05). T-test analysis at 95% confidence interval showed that there were significant differences between treatment I and II, I and III also II and III. Conclusion of this research was that mouthwash with 26.75% alcohol concentration has a good criteria according to PHP Index with mean plaque score of 0.81, available in the market, and most effective to inhibit plaque accumulation compared with mouthwash 21.60% and 9% alcohol concentration in the patients with Begg method fixed orthodontic appliance.
Kata Kunci : Plak Gigi,Alat Ortodontik Cekat,Obat Kumur, Begg method fixed orthodontic appliance, mouthwash, alcohol concentration