Persepsi anggota legislatif terhadap rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) daerah di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan
RAHMATILLAH, Andi Noor, Dr. Yeremias T. Keban, MURP
2007 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahRencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah pada dasarnya merupakan dokumen perencanaan daerah yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan daerah. Dalam proses penyusunannya, perencanaan dan politik, merupakan sebuah bagian yang tidak dapat dipisahkan. Dengan asumsi bahwa pihak eksekutif merupakan perencana dan legislatif merupakan politisi, kedua lembaga tersebut merupakan sebuah rangkaian gerbong kereta api yang satu sama lain saling dorong dan saling dukung dalam pengambilan keputusan perencanaan pembangunan daerah kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi anggota legislatif terhadap RPJP Daerah dan mengetahui faktor-faktor yang membentuk persepsi anggota legislatif tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case study. Dalam penelitian ini, anggota DPRD Kabupaten Tapin merupakan informan yang dianggap memiliki pengalaman dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Dari pengalaman informan tersebut peneliti mengadakan cross-check terhadap anggota DPRD dalam mempersepsikan perencanaan pembangunan jangka panjang. Selanjutnya pada proses penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam memunculkan konsep tentang persepsi anggota legislatif terhadap RPJP Daerah. Analisis data penelitian ini adalah dengan mengelompokkan hasil indepth interview anggota legislatif dengan tujuan untuk memetakan pola persepsi anggota legislatif terhadap RPJP Daerah, sehingga hasil analisis data-data yang diperoleh mengarah pada pemunculan tema-tema penelitian. Langkah selanjutnya, peneliti menganalisis data-data yang berkaitan dengan latar belakang tiap-tiap anggota legislatif. Maksudnya adalah peneliti mencari hal-hal yang mempengaruhi tiap-tiap anggota legislatif dalam memberikan jawaban atas pertanyaan penelitian. Tujuan dari analisis data ini adalah untuk melihat faktorfaktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi tiap-tiap anggota legislatif. Penelitian ini menemukan beragam persepsi anggota legislatif terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah. Keragaman persepsi ini mengarah kepada pola: persepsi anggota legislatif terhadap RPJP Daerah adalah sebagai perencanaan dan pembangunan, persepsi anggota legislatif terhadap RPJP Daerah adalah sebagai visi dan misi kabupaten, dan persepsi anggota legislatif terhadap RPJP Daerah adalah sebagai sebuah perspektif politik bagi anggota legislatif. Munculnya persepsi terhadap RPJP Daerah di kalangan anggota legislatif ini ternyata dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, dan pengalaman organisasi di bidang politik masing-masing anggota legislatif. Temuan penting dalam penelitian ini adalah: anggota legislatif sebagai seorang politisi dalam penyusunan RPJP Daerah ternyata memiliki pemikiran seperti seorang perencana. Persepsi anggota legislatif terhadap RPJP Daerah yang muncul membuktikan bahwa: (a) merencanakan berarti memilih, (b) perencanaan merupakan suatu cara untuk mengalokasikan sumber-sumber daya, (c) perencanaan adalah sebagai alat untuk mencapai sasaran, dan (d) perencanaan adalah untuk sesuatu di masa yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara perencanaan dan politik.
Long-Term Development Planning (LTDP) of regency (Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah) is basically a document of development planning that consists of vision, mission, and development of regency direction. In the process of composing it, the planning and politics are inseparable under an assumption that the executives are planner and the legislatives are politician. Both institutions are like the chain of train coaches that push and pull each other in making decision on the regional development planning. The research aims to describe the legislative members’ perception toward the Regional LTDP and to find out the factors which shape their perspective. The research is a case study, taking the members of the legislative as informants who are regarded to have experience in composing the development planning. Based on the informants’ experiences, it organizes a cross-check among the legislative members in their perceiving the long-term regional planning. The next process is to apply qualitative approach to draw a concept of their perception toward the regional LTDP. Data are analyzed by grouping the results of in-depth interview with the purpose of mapping the pattern of the perception. The results of data analysis lead to the research theme. After that, it analyses the data related to the background of the legislative members by observing the elements that influence them in answering the research questions. The aim of data analysis is to identify the factors which affect their perception. The research identifies various perceptions among the legislative members toward the LTDP. They follow the following patterns: (a) the perception toward the LTDP as planning and development, (b) the perception toward the LTDP as vision and mission, and (c) the perception toward the LTDP as a politic perspective. The perspective toward the LTDP among this circle is influenced by age, sex, and organizational experience in political arena. The important finding is that the legislatives as politician in composing the LTDP shape their opinion like planner. Their perception proves that (a) plan is a choice, (b) planning is a way to allocate resources, (c) planning is an instrument to reach the objectives, (d) planning is something for the future. It shows an obvious connection between planning and politic.
Kata Kunci : Perencanaan Pembangunan,RPJP,Persepsi DPRD