Pengaruh industri terhadap ekonomi rumah tangga sekitar lokasi industri :: Kasus di kelurahan Mewek Kecamatan kalimanah Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah
SETYANGGAR, Roro Dyah, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,Ph.D
2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahDi dalam pembangunan ekonomi, sektor industri diyakini sebagai motor penggerak perekonomian wilayah. Diharapkan sektor ini mendatangkan manfaat bagi daerah dan bagi penduduk lokal. Sumbangan kepada daerah adalah melalui pajak dan retribusi, sedangkan kepada masyarakat adalah melalui peluang kerja sebagai pekerja industri maupun kegiatan perekonomian pendukung keberlangsungan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat sekitar lokasi industri akibat dari keberadaan industri di wilayah mereka. Pengaruh industri terhadap rumah tangga dilihat dengan dua cara ialah dengan melihat apakah ada keterkaitan antara rumah tangga dengan industri dan dengan mengetahui proporsi pendapatan rumah tangga yang terkait dengan industri terhadap keseluruhan pendapatan rumah tangga. Penelitian dilakukan di Kelurahan Mewek Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen (quasi - experimental research). Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksploratif. Penelitian dilakukan dengan one-shot method ialah melihat akibat keberadaan industri dengan mengambil data dalam satu waktu saja ialah data pada suatu saat setelah berdirinya industri. Penelitian dilakukan secara survay dimana pengambilan sampel adalah secara non-probabilitas sampling dengan cara purposive sampling dengan mengambil responden sebanyak 80 responden. Unit analisanya adalah rumah tangga. Analisa data dilakukan dengan statistik deskriptif terutama distribusi frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis keterkaitan antara rumah tangga dengan industri di wilayahnya, ialah rumah tangga yang hanya mempunyai keterkaitan langsung (51,25%), rumah tangga yang hanya memiliki keterkaitan tidak langsung (8,75%), rumah tangga yang mempunyai keterkaitan langsung dan tidak langsung (7,5%) dan rumah tangga yang tidak mempunyai keterkaitan dengan industri (32,5%). Hasil analisa mengenai proporsi pendapatan rumah tangga dari industri terhadap total pendapatan rumah tangga pada rumah tangga-rumah tangga yang mempunyai keterkaitan dengan industri menggambarkan bahwa terdapat 24,10% responden yang besarnya proporsi pendapatan yang terkait dengan industri lebih dari 75% dari total pendapatan rumah tangga mereka, terdiri dari 3,7% rumah tangga yang terkait langsung dan tidak langsung, 18,6% rumah tangga yang terkait langsung dan 1,9% rumah tangga yang terkait tidak langsung. Ditafsirkan bahwa pada responden dimana terdapat anggota rumah tangga yang menjadi karyawan industri, pendapatan yang terkait dengan industri merupakan pendapatan yang ut ama dalam rumah tangga tersebut, sementara itu pada kelompok lain masih merupakan alternatif kedua dalam tujuan mata pencaharian dan bahwa sektor industri belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan rumah tangga di wilayah penelitian.
Industrial sector in economic development is believed to generate regional economy and expected to bring benefits to the region and local society. Its contribution to the region is from tax and fee and for the local society is from job opportunity in that industry or other sectors that support that industry. The research aims to investigate the economic benefits from industry for the local society. The effect of industry on household is observed in two ways: whether a relationship exsists between household and industry, and the proportion of household income which is related to industry toward the total household income. It is conducted in Mewek village, Kalimanah sub-district, Purbalingga regency. The research is a quasi-experimental research. It applies an explorative approach and one-shot method, which means observing the effect of industry based on data collected in one period,i.e., after the establishment of industry. It conducts a survey on 80 respondents selected in a non-probability sampling through purposive sampling.The analysis unit is household. It uses descriptive statistics, especially freque ncy distribution and cross tabulation, in data analysis. The research results reveal 4 kinds of relation between household and industry in the region: direct relation (51.25%), indirect relation (8.75%), combination of direct and indirect relations (7.25%) and no relation (32.5%). The results of analysis on the proportion of household income which is related to industry to total household income in households holding direct relation with industry show 24.10% household recieving an income proportion of 75%. This group consists of 3.7% household with a combination of direct and indirect relation with industry, 18.6% households with direct relation, and 1.9% household with indirect relation. It is estimated that respondents whose members work for the industry treat income from the industry as their main income, while the others treat it as second alternative. All in all, industrial sector has not given significant contribution to household income in the research location.
Kata Kunci : Pembangunan Ekonomi,Industri,Ekonomi Rumahtangga,industry, benefit, relation