The Impact of the port development: an environtmental and socio-economic assessment :: A Case of Tanjung Agung Port in Rembang Regency Indonesia
WIJAYANTI, Imung Tri, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif pembangunan pelabuhan Tanjung Agung di Kabupaten Rembang serta membandingkan dampak yang telah diperkirakan yang telah tersebut dalam dokumen AMDAL dengan dampak aktual yang digali melalui persepsi masyarakat, pengamatan lapangan dan data sekunder. Selanjutnya menilai manajemen lingkungan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten terkait dengan pembangunan pelabuhan beserta dampaknya. Tipe penelitian ini adalah bersifat deskriptif dan eksploratori yang dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2006 dengan menggunakan teknik sample purposif untuk menentukan responden kunci dan 3O responden yang mewakili masyarakat Kelurahan Tasikagung di Kabupaten Rembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pelabuhan memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat Rembang khususnya di Kelurahan Tasikagung baik mencakup aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Dari perbandingan dampak yang diperkirakan dan dampak aktual menunjukkan adanya kesenjangan yang diklasifikasikan menjadi tiga golongan yaitu a) dampak yang diperkirakan dan terjadi b) dampak yang tidak diperkirakan dan terjadi dan c) dampak yang diperkirakan dan tidak terjadi. Hasil kajian dari perbandingan ini menunjukkan bahwa masih banyak dampak yang tidak diperkirakan namun terjadi. Kesenjangan tersebut mengungkapkan bahwa manajemen lingkungan di Kabupaten Rembang masih lemah dari beberapa aspek baik mencakup kebijakan, institusi dan pelaksanan AMDAL. Masalah lingkungan di Kabupaten Rembang masih menjadi prioritas kedua yang dikesampingkan oleh prioritas pertumbuhan ekonomi. Dokumen AMDAL masih dipandang sebagai formalitas daripada alat perencanaan atau bantuan pengambilan keputusan serta alat pengelolaan lingkungan. Masih terjadinya dampak negatif dan kurangnya dampak ekonomi menyiratkan masih lemahnya kapasitas manajemen pelabuhan serta pengambilan keputusan yang perlu diperbaiki. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelibatan publik dalam setiap pengambilan keputusan terutama yang berdampak lingkungan. Kata-kata kunci: pembangunan pelabuhan, penilaian dampak, persepsi masyarakat, manajemen lingkungan.
Rembang Regency is a region in Central Java that is situated in the northern coastal area. It has abundant potential resources in the fishery sector, mining, forestry and agriculture. To support transportation of those natural resources, the local government of the Rembang regency has developed the Tanjung Agung port that consists of a commercial port and a fish port in the year 2000. In fact, the commercial port cannot develop well and most of the Rembang fishermen still prefer to use Juana port that is located in a neighbouring city. Besides, the development of the port has also caused environmental impact that triggered a variety of reactions from groups of people living in the area whose immediate livelihood and living environment have been threatened. The research is aimed to analyze the environmental and socio-economic impact of the ports development. The analysis is conducted by comparing the predicted impact that is stated in the Environmental Impact Assessment /AMDAL document and the actual impact that is gained from in-depth interviews (perceptions), field observations and secondary data. The unit information of the research are the local government, local community and key informants that can give important data and information on the impact of the port such as ship owners, fish traders, and port officers. The research found that the environmental management in the Rembang Regency is weak in several ways both in environmental policy, institutional, and in the EIA implementation. In the Rembang Regency, environmental concerns have been a secondary priority, overshadowed by the overriding priority of economic development. As a result, EIA has tended to be created just for formality rather than as a project planning tool or decision makers’ assistant to achieve sustainable development. The EIA is viewed as a bureaucratic hurdle in order to obtain project permission, rather than a tool that could be used in the design process to minimize the adverse environmental effects generated by the project. The research will show the limited positive socio-economic impacts and the negative environmental impacts on the community and the region. This can be explained by the lack of environmental and port management capacity and the poor decision-making processes
Kata Kunci : Pembangunan Pelabuhan,Manajemen Lingkungan,Persepsi Masyarakat