Efektivitas tata kelola pertambangan batubara di Kabupaten Tapin
SUTEDJO, Sugiharto, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerahsebuah paradok. Di satu sisi, kegiatan pertambangan dibutuhkan demi pembangunan, di sisi lain lingkungan dapat menjadi rusak. Kabupaten Tapin mempunyai potensi batubara yang cukup besar dan telah menjadi suatu kegiatan usaha yang menjanjikan keuntungan besar karena permintaan pasar yang tinggi. Meskipun demikian dampak yang terjadi juga sangat besar, khususnya kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme dan efektifitas tata kelola kegiatan pertambangan batubara khususnya yang dilakukan oleh pemerintah, menganalisa dampak negatif yang terjadi, dan mengetahui faktor-faktor yang menentukan efektifitas tata kelola pertambangan batubara di Kabupaten Tapin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisa kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas tata kelola pertambangan batubara di Kabupaten Tapin rendah. Hal ini menimbulkan dampak baik karena kegiatan penggalian, pengolahan, dan pengangkutan. Ketidakefektifan tata kelola ini terjadi di berbagai tahap tata kelola, baik pada saat tahap perencanaan (khususnya tata ruang) yaitu lemahnya fungsi penataan ruang; tahap implementasi yaitu rancunya perizinan dan rendahnya pelaksanaan reklamasi; tahap monitoring yaitu lemahnya pengawasan langsung dilapangan; maupun pada tahap evaluasi yaitu rendahnya tingkat penyampaian laporan-laporan kegiatan pertambangan oleh pengusaha. Untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pertambangan batubara, pemerintah perlu: 1) merevisi RTRW, meningkatkan sarana prasarana, anggaran dan merekrut tenaga pengawas yang andal; 2) meningkatkan koordinasi dengan DPRD, Pengusaha batubara, masyarakat, dan antar instansi terkait; 3) penegakan hukum, mengevaluasi perizinan yang telah diberikan dan melakukan audit lingkungan; dan 4) Penyusunan kebijakan strategis pengelolaan sumber daya alam tambang.
The interests of mining business and environment conservation are like a paradox. Mining activities are needed for development in one side, but they damage environment on the other side. Tapin regency has a big potential of coal, and coal mining has been a promising business due to high demand for coal. Unfortunately, the impact is equally threatening, especially to the environment. The research aims to study the mechanism and effectiveness of coal mining management by the government in particular, to analyze negative impacts from coal mining, and to identify factors determining the effectiveness of the coal mining management in Tapin regency. It applies descriptive qualitative method as well as quantitative and qualitative analysis. It collects primary data by means of observation and interview, and secondary data through library research. The research results show low effectiveness of coal mining management in Tapin regency. It gives impacts to mining, processing, and transporting activities. This ineffectiveness appears in several stages of the management: in the planning (spatial planning), i.e., weak function of spatial plan; in the implementation stage, i.e., ambiguity of permit, and poor implementation of reclamation; in monitoring stage, i.e., poor monitoring in the field; and in the evaluation stage, i.e., low frequency of reporting of mining activities by the mining operator. For improving the effectiveness of mining management, the research proposes these recommendations: 1) revising spatial planning, improving infrastructures and facilities, budget, and recruiting reliable supervisors; 2) improving coordination with the House of Representatives, coal mining businesses, society, and relevant institutions; 3) enforcing the law, evaluating permits being issued and performing environment audit; and 4) formulating strategic policy on the management of mineral natural resources
Kata Kunci : Pengelolaan Lingkungan,Pertambangan Batubara,Tata Kelola, management, environment, coal