Pengelolaan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasim Provinsi Riau
RIANTO, Agus, Ir. Bakti Setiawan, MA.,Ph.D
2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahTaman Hutan Raya (Tahura) merupakan kawasan pelestarian alam yang berfungsi sebagai koleksi tumbuhan dan/atau satwa liar yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan, budidaya dan pengembangan wisata alam. Tahura Sultan Syarif Hasyim ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 348/Kpts-II/1999 tanggal 26 Mei 1999 seluas 6.172 Ha. Kawasan ini terhampar di 3 wilayah yaitu Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak. Penelitian bertujuan menganalisis proses dan kinerja pengelolaan Tahura Sultan Syarif Hasyim serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan deduktif kualitatif, dengan pendekatan rasionalistik. Pada pelaksanaan survey dilakukan wawancara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, pengelolaan Tahura Sultan Syarif Hasyim belum dapat mencapai tujuan yaitu belum dapat diwujudkan sebagai kawasan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, ilmu pengetahuan, dan wisata alam. Terlihat dari kegiatan ilmiah dan wisata kuantitasnya belum besar. Wisatawan yang berkunjung hanya wisatawan lokal dan belum tercatat wisatawan mancanegara. Lebih lanjut, luasan hutan alam yang terus berkurang menyebabkan keadaannya makin terancam sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan dan menyebabkan belum menjadi kawasan pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan, satwa, dan keunikan alam yang menjadi kebanggaan Provinsi Riau. Kedua, pada proses pengelolaan, bagian proses terlemah adalah pengendalian yakni dalam pengamanan, ditandai dengan luasan hutan alam yang terus berkurang dan maraknya perambahan. Ketiga, faktor-faktor yang berpengaruh meliputi keterbatasan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, struktur organisasi, mekanisme penganggaran, dukungan pemerintah, serta mitra kerja. Untuk mewujudkan pengelolaan yang berkelanjutan diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk pengamanan kawasan, pengembangan, dan promosi. Perlu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pelatihan, dan pembekalan secara berkala guna peningkatan kualitas pengelolaan. Anggota Tim Pengelola perlu dibebaskan dari tugas strukturalnya, sehingga tidak terjadi duplikasi tugas dan dapat memfokuskan pada upaya pengelolaan. Segera diupayakan terbentuknya unit pengelola khusus Tahura Sultan Syarif Hasyim dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Taman Hutan Raya/Tahura (Forest Park) is a natural conservation area designed to provide a collection of indigenous and/or introduced plants and animals for research, science, education, cultivation, culture, recreation and tourism purposes. Sultan Syarif Hasyim Forest Park is established based on the Decree of Forestry and Plantation Minister No. 348/Kpts-II/1999 dated 26 May 1999. It covers 3 regions, which are Pekanbaru city, Kampar regency, and Siak regency with a total area of 6.172 ha. The research aims to analyse the process and performance of the management of Sultan Syarif Hasyim Forest Park. It employed deductive and qualitative method. The survey data and information were gathered by field observation, interview, and secondary data. The research found some the following findings. First, the management of the Sultan Syarif Hasyim Forest Park has not achieved its goals (i.e., it has not served as a resort for education, research, science, and natural tourism). The quantity of scientific and torism activities in Sultan Syarif Hasyim Forest Park is still low. The visitors are still local tourists only. Further, the coverage area of the natural forest continues to decrease causing a major threat to the forest as a protection of life-sustaining system and making it unable to be an area for biodiversity preservation. Second, in the process of management, the weakest part is at the controlling stage. This is, especially, indicated by decreasing forest coverage area and illegal logging. Third, low quality and quantity of human resources, organizational structure, budgeting mechanism, government support, and partner. All are factors that contributed to the ineffectivenes of the management. To realize a sustainable forest management, cooperation with related parties to protect, develop, and promote the area is very crucial. Improvement of human resource quality through regular training and coaching to improve the forest management is also important. The Management Team members should be relieved from their structural duties to avoid overlap and to focus on the management program. There is an urgent need to establish a special task-force for Sultan Syarif Hasyim Forest Park management in the form of Regional Technical Operational Unit (UPTD
Kata Kunci : Taman Hutan Raya,Pengelolaan, Management, Forest Park.