Laporkan Masalah

Sistem pengelolaan wilayah hutan produksi dalam konsep lembaga masyarakat adat papua :: STudi kasus hutan produksi di daerah Asmat Distrik Akat Kabupaten Merauke

ATUT, Nathalis, Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D

2006 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Tesis ini merupakan hasil penelitian tentang pengelolaan sumberdaya alam hutan di distrik Akat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kendala-kendala,kemampuan dan peranan Lembaga Masyarakat Adat dalam menangani masalah pengelolaan sumberdaya alam dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat di distrik Akat Kabupaten Merauke.Kaitan dengan hal itu, penelitian ini juga melihat hubungan antara pengusaha dan masyarakat menyangkut beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu : (a).latar belakang kehidupan masyarakat lokal. (b). Lembaga Masyarakat Adat dengan pemerintah bersepakat menetapkan Peraturan Daerah untuk pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya alam hutan. (c). pemetaan kawasan yang dikelola secara modern, tradisional dan tidak dikelola. Maksud penelitian ini adalah perlu adanya Peraturan Daerah yang jelas tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam secara arif, lestari dan berkesinambungan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat disekitarnya, ekosistemnya serta pelestarian keanekaragaman hayati. Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan maksud memperoleh data-data lapangan untuk penyusunan tesis. Metode kualitatif yaitu dengan cara pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan , tokoh masyarakat,LMA, tokoh agama dan pihak-pihak lain untuk memperoleh gambaran serta pemahaman atas hal-hal yang bersifat ide seperti : pengalaman, motif dan perasaan yang berbeda dalam pikiran induvidu maupun kelompok. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hutan yang dikelola oleh pengusaha tidak efektif, karena kurang memberikan kontribusi yang positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Untuk itu perlu adanya komitmen bersama LMA masyarakat, pengusaha dan Pemerintah untuk menemukan suatu model sistem pengelolaan sumberdaya alam secara arif dan bijaksana. Kemudian disosialisasikan halhal yang menyangkut pelestarian alam agar tidak terjadi perbedaan pendapat diantara pihak-pihak yang terkait. Lalu dicari konsep dari masyarakat lokal yang secara partisipatoris dapat dikembangkan sebagai dasar pengelolaan hutan yang berbasis kemasyarakatan. Konsep ini tidak mengacu pada pengertian membatasi,tetapi yang diutamakan adalah pengelolaan secara kearifan lokal. Masyarakat telah mengetahui pengaruh dari luar , namun perlu mekanisme kontrol terhadap pengelolaan sumberdaya alam hutan, sehingga masyarakat lokal memiliki otoritas dalam hal pengelolaan hutan.

The research is on the forest resources management in Akat district. It aims to investigate the problems, capability, and roles of Adat Society Institution in dealing with problems in natural resources management that aims to improve the living standard of the society in Akad district, Merauke Regency. It also studies the relation between entrepreneurs and society pertaining to a) the life background of the local community, b) agreement between Adat Society Institution and the Government to pass a Regional Regulation for forest resource preservation and exploitation, c) mapping of traditionally managed, modernly managed, and unmanaged zones. The research is intended to emphasize the urgent need for a clear Regional Regulation in the natural resources management which is wise, sustainable, and addresses the local community interests, ecosystem, and bio-diversity conservation. It collects data from the field in 30 days.. The research applies qualitative method by collecting data through field observation, interview with prominent figures in the society, Adat Society Institution, religious leaders, and some other persons in order to obtain description and understanding on different experiences, motifs, and feelings in the ideas of individuals or groups. The research results reveal the ineffectiveness of forest management by business people, as it does not give much positive contribution to the local people’s welfare. Therefore, it needs a strong commitment from the adat society institution, society, entrepreneurs, and government to identify a model of natural resource management system which is wise. Then it needs socialization concerning the natural conservation to avoid different perspectives among the concerned parties. Finally, it needs a concept generated from the local society, which is able to be developed through people’s participation to become a basis for community-based forest management. This concept does not refer to limiting the management, rather it emphasizes a management which is based on local wisdom. The society has learned from external influences, but they need a control mechanism for forest management so that they have authority in forest management.

Kata Kunci : Pengelolaan Wilayah,Hutan Produksi,Lembaga Masyarakat Adat Papua, Forest Resources Management – Institution – Regional Regulation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.