Pengembangan usahatani jagung dalam program Agropolitan di Kabupaten Gorontalo
MOKODOMPIT, Veronika, Dr.Ir. Dwidjono H.D., MS
2007 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui perbedaan karakteristik petani agropolitan jagung dan non agropolitan jagung di Kabupaten Gorontalo, (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung di Kabupaten Gorontalo, (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jagung di Kabupaten Gorontalo, (4) Untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani jagung non agropolitan dan agropolitan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan sampel yang ditentukan secara random terhadap petani jagung agropolitan di Kecamatan Boliyohuto yang mendapatkan bantuan dan Kecamatan Telaga yang tidak mendapatkan bantuan di Kabupaten Gorontalo yang masing-masing Kecamatan berjumlah 30 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi berganda, uji t (Two independent sample t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi jagung di Kabupaten Gorontalo dipengaruhi oleh luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja luar. Sedangkan pendapatan petani jagung agropolitan di Kabupaten Gorontalo dipengaruhi oleh usia produktif anggota keluarga, kredit sarana produksi, produksi jagung, dan harga jagung. Bantuan kredit Pemerintah Kabupaten Gorontalo, berpengaruh positif pada produksi jagung dan pendapatan petani jagung agropolitan di Kabupaten Gorontalo. Terdapat perbedaan yang signifikan antara petani jagung agropolitan dan non agropolitan, dimana perbandingan pendapatan antara petani jagung agropolitan dan non agropolitan 56:44.
This research have aimed to find out (1) the existing of agropolitan maize farmer and non agropolitan in Gorontalo regency,(2) the influence factors of maize production in Gorontalo regency , (3) the influence factors of maize farmer income in Gorontalo regency, (4) the differences between income of agropolitan maize farmer and non agropolitan maize farmer. The research use descriptive method. Location of this research is determined as purposive and samples are 60 persons consist of 30 persons of agropolitan maize farmer in Boliyohuto sub-district and 30 persons of non agropolitan maize farmer in Telaga sub-district. The analysis’s that is used are descriptive analysis, multiple regression and t-test (two independent sample t tests). The result of this research describes that maize production in Gorontalo is influenced by wide of field, seeds, pesticide, direct labor. Meanwhile, agropolitan maize farmer in regency is influenced by sum of family members, production tool loan, maize production, price of maize. The loan of Gorontalo regency has positive influence maize production and income of agropolitan maize farmer. The income of agropolitan maize farmer and non agropolitan maize farmer has significant differences, where income average of agropolitan maize farmer is higher than non agropolitan maize farmer.
Kata Kunci : Usahatani,Jagung,Program Agropolitan, agropolitan maize farmer and non agropolitan, production and corn farmer income