Analisis kelayakan usaha pembenihan dan pembesaran ikan gurami di CV. Grojogan Farm di Banguntapan Kabupaten Bantul
ARIANINGSIH, Niluh Putu Ida, Dr.Ir. Slamet Hartono, SU.,MSc
2007 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan usaha CV Grojogan Farm, tingkat penjualan minimum yang harus dicapai CV Grojogan Farm agar usaha tersebut tidak mengalami kerugian serta pengaruh perubahan harga input dan output terhadap kelayakan usaha CV Grojogan Farm. Hipotesis yang diajukan adalah : (1) Diduga investasi CV Grojogan Farm secara finansial layak untuk dikembangkan; (2) Diduga volume dan nilai penjualan yang dilakukan CV Grojogan Farm lebih tinggi dari tingkat penjualan minimal; (3) Diduga perubahan harga input dan output berpengaruh terhadap kelayakan usaha CV Grojogan Farm. Objek penelitian dilakukan di CV Grojogan Farm pada tahun 2006. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pencatatan terhadap laporan keuangan dan kegiatan operasional perusahaan. Metode analisis yang digunakan antara lain metode analisis diskriptif dan analisis kuantitatif yang terdiri dari analisis keuntungan, analisis finansial, analisis BEP dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai investasi yang dilakukan CV Grojogan Farm sebesar Rp. 699.645.000,- dengan total penerimaan per tahun yang berasal dari penjualan benih gurami dan ikan gurami konsumsi yaitu sebesar Rp. 514.000.000,-. Total biaya dari CV Grojogan Farm terdiri dari biaya tetap Rp. 49.947.500,- dan biaya variabel Rp. 74.856.000,-. Berdasarkan hasil analisis finansial CV Grojogan Farm termasuk kriteria usaha yang dinyatakan layak dengan nilai PP 2,21 tahun, NPV sebesar Rp. 601.387.890, tingkat IRR mencapai 26,56% dan nilai PI sebesar 1,860. Hasil analisis BEP diperoleh nilai totalitas minimal Rp. 58.446.014,- dengan proporsi penjualan benih gurami minimal sebanyak 20.436 ekor dan ikan gurami konsumsi sebesar 409 kg. Dari analisis sensitivitas dapat diketahui bahwa CV Grojogan Farm lebih bersifat sensitif terhadap penurunan harga jual dibandingkan kenaikan biaya variabel. Penurunan harga jual maksimum yang masih ditolerir perusahaan adalah 34,447%, kenaikan biaya variabel maksimum 295,066% dan perubahan kombinasi keduanya maksimum 34,014%.
This research aimed to study feasibility of business of CV Grojogan Farm, minimal sale level CV Grojogan Farm should reach in order not to loss and impact of change in input and output prices on business feasibility of CV Grojogan Farm. Hypothesis presented is: (1) Investment of CV Grojogan Farm is presumed financially feasible to develop; (2) sale volume and value of CV Grojogan Farm is presumed higher than minimal sale level; (3) change in input and output prices are presumed having impact on business feasibility of CV Grojogan Farm. Study object was done in CV Grojogan Farm in 2006. Data was gathered with observation, interview and recording of financial statements and farm operational activity. Analytical methods used are descriptive analytical method and quantitative analysis consisting of profit analysis, financial analysis, BEP analysis and sensitivity analysis. Result of the research indicated that investment value of CV Grojogan Farm was Rp 699.645.000 with total annual revenue from sale of gurami fry and consumed gurami was Rp 514,000,000. Total cost of CV Grojogan Farm consisted of fixed cost (Rp 49,947,500) and variable cost (Rp 74,856,000). Based on financial analysis, business of CV Grojogan Farm is feasible with Payback Period of 2.21 years, NPV of Rp 601,387,890, IRR of 26.56% and PI of 1.860. Result of BEP analysis indicated minimal totality of Rp 58,446,014 with minimal sale of 20,436 gurami frys and 409 kg consumed gurami. Sensitivity analysis indicated that CV Grojogan Farm was more sensitive to decrease in selling price than increase in variable cost. Tolerable maximum decrease in selling price was 34.447%, maximum increase in variable cost 295.066% and maximal change in both 34.014%.
Kata Kunci : Pembenihan dan Pembesaran Ikan Gurami, Kelayakan Investasi, business feasibility, BEP, sensitivity analysis.