Laporkan Masalah

Analisis potensi dan strategi pengembangan peternakan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

RUPILU, Piter Yohanis, Dr.Ir. Djuwari

2007 | Tesis | Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) basis komoditas ternak unggulan menurut tingkat potensi peternakan bagi prioritas pengembangan, (b) strategi pengembangan peternakan masa lalu dan saat ini agar diperoleh stategi yang tepat dalam pemanfaatan sumber daya alam khususnya ternak secara optimal, (c) pengaruh faktor lingkungan internal dan eksternal agar di peroleh kunci keberhasilan (critical succes factors) dalam pengembangan peternakan, (d) formulasi alternatif strategi pengembangan peternakan yang sesuai dengan prediksi perubahan yang akan terjadi dan perkembangan Kabupaten MTB melalui otonomi daerah. Jumlah sampel yang diwawancarai adalah sebanyak 85 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ) dan analisis Lingkungan Strategik (SWOT). Hasil analisis LQ dan DLQ menunjukkan bahwa semua komoditas ternak (sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, babi, ayam buras dan itik) yang diusahakan di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah komoditas unggulan (kegiatan basis) dan potensial dikembangkan dimasa sekarang maupun masih menjadi unggulan dimasa yang datang. Analisis lingkungan strategik (SWOT) menunjukkan bahwa strategi yang digunakan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat masih relevan dengan kondisi saat ini karena posisi startegik berada pada kuadran I (pertama) dengan nilai kekuatan > kelemahan (0,2577) dan peluang > ancaman (0,0356), maka strategi yang diterapkan dalam kerangka pengembangan peternakan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (growth oriented strategy) atau menggunakan strategi SO, yaitu memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Dengan tetap berpegang pada visi, misi, tujuan dan sasaran strategik Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Dinas Peternakan berdasarkan potensi sumberdaya alam ternak, maka strategi pengembangan peternakan yang paling tepat adalah lebih diarahkan pada orientasi agribisnis secara menyeluruh dan optimalisasi pemanfaatan, pengelolaan sumber daya peternakan dan orientasi pasar dengan pendekatan sebagai berikut; (1) menciptakan koordinasi dan singkronisasi fungsi pembangunan peternakan serta keterpaduan program melalui kebijakan, menagemen dalam proses membangun perekonomian daerah, (2) memperlancar arus perdagangan melalui penyediaan sarana transportasi dari wilayah sentra produksi ke pusat-pusat perekonomian, (3) kerjasama dengan pihak swasta dan perguruan tinggi melalui bidang penelitian, penyuluhan dan pelatihan untuk menciptakan pola usaha yang tepat ke arah orientasi bisnis, (4) perbaikan mutu genetik ternak melalui kegiatan Inseminasi Buatan dan introduksi Hijauan Makanan Ternak yang bernilai gizi tinggi, (5) peningkatan pelayanan kesehatan hewan melalui penyediaan alat kesehatan dan sarana obat-obatan, (6) pengembangan kemitraan dan jaringan usaha melalui pemantapan kelompok dan pengusaha yang bergerak dibidang pemasaran hasil produksi ternak, (7) pemanfaatan padang penggembalaan secara optimal untuk usaha peternakan berskala besar, dan (8) menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku bisnis dan perusahaan peternakan dalam pengembangan usaha budidaya ternak serta penanganan produksi.

Aims of the research are to investigate (a) commodity base of primary livestock according to farm potential level for development priority, (b) past and today strategies of farm development to get appropriate strategy in using natural resources, particularly livestock in optimal manner, (c) influence of internal and external factors to get critical success factors in farm development, (d) formulation of alternative strategies of farm development according to predicted changes and growth of MTB regency through local autonomy. Samples surveyed in this research are 85 responden. Analytical methods used are Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ) and Strategic Environmental analysis (SWOT). Results of LQ and DLQ analysis indicated that al livestock commodities (cow, buffalo, horse, goat, sheep, pig, local chick and duct) raised in West Southeast Maluku regency is superior commodity (bases activity) that are potential to develop today and in the future. Strategic environmental analysis (SWOT) indicated that strategy used in West Southeast Maluku regency is still relevant with today condition because the strategic position is in the first quadrant with strength score > weakness score (0.2577) and opportunity score > threat score (0.0356), then strategy implemented in order for farming development in West Southeast Maluku regency is to support growth oriented strategy or to use SO strategy by using all strengths to get and use opportunity as great as possible. By still holding vision, mission, objective and strategic goal of West Southeast Maluku regency and its Farm Office based on livestock resource, then most appropriate farm development is to direct toward whole agribusiness orientation and optimization of usage and management of farm resource and market orientation with some approaches. The approaches are (1) create coordination and harmonization of farm development function and integration of program through policy, and management in local economic development process, (2) facilitate trade flow through providing transportation infrastructure from production centres to economic centres, (3) establish cooperation with private parties and university in research area, extension and training areas to create appropriate business pattern toward business (4) improve livestock genetic quality through artificial insemination activity and introduction of high nutritious green feed, (5) improve animal health service through supply of health equipment and drug, (6) establish partnership and business network through strengthen groups and entrepreneurs operating in marketing farm production, (7) use optimally savannah for great scale farm business, and (8) create conducive business climate for business actors and farm enterprise in developing their business and production management.

Kata Kunci : Peternakan,Potensi,Strategi Pengembangan, potential, strategy, development, farm, policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.