Analisis Short-Run underpricing terhadap penawaran saham perdana pada perusahaan sektor finansial dan non finansial yang terdapat di Bursa Efek Jakarta
KURNIAWAN, Indra, I Wayan Nuka Lantara, SE.,M.Si
2006 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai perbedaan tingkat underpricing saham yang terjadi pada saat penawaran umum perdana (IPO) antara dua kelompok perusahaan, yaitu perusahaan sektor finansial dan non finansial karena adanya perbedaan regulasi dari pemerintah, serta informasi yang tersedia dalam prospektus yang diduga dapat mempengaruhi tingkat underpricing. Tingkat underpricing terdiri dari dua proksi yaitu initial return dan abnormal return 20 hari perdagangan pertama. Sebelum menguji perbedaan tingkat underpricing, terlebih dahulu dilakukan uji perbedaan tingkat exante uncertainty atau ketidakpastian di masa yang akan datang antara dua kelompok perusahaan tersebut. Informasi yang terdapat pada prospektus berupa umur perusahaan, ukuran perusahaan, persentase penawaran saham, profitabilitas, dan financial leverage dijadikan sebagai variabel independen yang diduga mempengaruhi tingkat underpricing. Metode yang digunakan untuk menguji perbedaan tingkat underpricing dan tingkat exante uncertainty dari kedua kelompok perusahaan menggunakan uji beda independent sample t-test, sedangkan untuk menguji varibel dari informasi yang terdapat pada prospektus dan diduga mempengaruhi tingkat underpricing digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian terhadap 87 perusahaan yang melakukan IPO pada periode 2000-2005 adalah: tingkat exante uncertainty pada perusahaan finansial lebih rendah dari perusahaan non finansial, tingkat initial return pada perusahaan finansial lebih rendah dari perusahaan non finansial, dari variabel independen yang diduga mempengaruhi tingkat underpricing hanya variabel ukuran perusahaan yang secara signifikan berpengaruh terhadap initial return dan abnormal return. Setelah dilakukan pengontrolan terhadap variabel independen tersebut, ternyata dalam pengujian menggunakan uji regresi linier berganda mengenai perbedaan jenis perusahaan yang mempengaruhi tingkat underpricing tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
This research to examine about the differences level of underpricing that happened at initial public offering between two groups of firms: financial firms and non financial firms, due to the different of government regulation, and the information’s availability in prospectus that affect to underpricing level. The level of underpricing measured in two proxy: initial return and abnormal return. Before examine the difference level of underpricing, first this research examine the difference of exante uncertainty level between two groups of firms. Information that available in prospectus: age of firm, size of firm, percentage of offered stock, profitability, and financial leverage that become as independent variables that estimate affect to level of underpricing. The method to examine the difference of underpricing level and exante uncertainty level from booth of the firms used independent sample t-test. To examine the variables from information in prospectus that estimate affect to level of underpricing used linier regression analysis. The result from 87 IPO’s firms in period 2000-2005: level of exante uncertainty from the financial firms lower than non financial firms. Level of initial return from the financial firms lower than non financial firms. The independent variables that estimate affect to level of underpricing: that’s only size of firms that influential significantly to initial return and abnormal return. And after controlled to the independent variables, the result of linier regression analyzed about the difference of firm’s type that affect to level of underpricing, did not influential significantly.
Kata Kunci : Pasar Modal, Penawaran Saham Perdana, Short Run Underpricing, underpricing, initial return, abnormal return, IPO, exante uncertainty, age of firm, size of firm, percentage of offered stock, profitability, financial leverage.