Analisis multimensional usaha di bidang jasa telekomunikasi dengan struktur kerja sama antara pihak swasta dengan Pemerintah Daerah :: Studi kasus pada PT Jogja Telpun Cerdas
RAHMONO, Agung, Dr. Ainun Na'im, MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenBerkaitan dengan pengembangan produk Fixed Wireless Access (FWA) dengan brand name StarOne yang mempergunakan teknologi terbaru CDMA 2000-1X, PT Indosat telah melakukan kerja sama dengan pola bagi hasil bersama Pemprov DIY dan PT CAP untuk membentuk PT Jogja Telpun Cerdas (PT JTC). Penanda tanganan perjanjian kerja sama (PKS) operasi tersebut sudah dilakukan pada bulan Oktober 2004, dengan target commercial launch pada bulan Februari 2005. Namun sampai dengan akhir tahun 2005, belum ada kejelasan commercial launch tersebut akan terlaksana. Berbagai persoalan memang sedang dihadapi oleh PT JTC terutama berkaitan dengan silang pendapat mengenai aliran dana Pemprov DIY sebesar Rp. 17.000.000.000. Strategic fit keterlibatan Pemprov DIY di dalam kepemilikan saham di PT JTC - termasuk keterlibatan pejabat Pemprov secara langsung di dalam struktur manajemen dan dewan komisaris perusahaan - juga dipertanyakan oleh berbagai pihak. Thesis ini ditulis untuk dapat menyajikan analisis multi dimensional yang berkaitan dengan usaha di bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang melibatkan struktur kerja sama antara pihak swasta dengan pihak Pemerintah Daerah. Dengan mempergunakan analisis eksternal berupa evaluasi karakteristik industri dan analisis industri, serta analisis internal menggunakan analisis SWOT, evaluasi atas strategi, dan pembahasan mengenai business plan perusahaan akan dinilai strategic fit keterlibatan Pemprov DIY di dalam struktur kepemilikan dan keterlibatannya di dalam manajemen perusahaan secara langsung. Analisis juga dilakukan terhadap struktur kepemilikan Pemprov DIY, Good Corporate Governance dan Conflict of Interest yang menyebabkan proyek CDMA di wilayah DIY ini menjadi tidak berjalan dengan semestinya Berdasarkan analisis dan evaluasi terhadap berbagai faktor eksternal dan internal, PT JTC memang sedang mengalami kompleksitas permasalahan yang sangat tidak menguntungkan, sekalipun analisis terhadap business plan perusahaan menunjukkan hasil yang layak dari aspek ekonomi. Keterlibatan Pemprov DIY secara langsung di dalam kepemilikan saham perusahaan secara mayoritas, dengan keterlibatan aparat birokrasi secara langsung di dalam dewan direksi dan komisaris perusahaan, juga telah membawa pengaruh dan akibat yang tidak menguntungkan. Disamping itu, mismanagement oleh pengurus saat ini juga menyebabkan proyek CDMA ini tidak menarik bagi investor ataupun kreditor potensial untuk ikut berpartisipasi di dalam proyek yang di atas kertas sangat menjanjikan tersebut. Mismanagement ini terjadi karena tidak terciptanya Good Corporate Governance dan prinsip-prinsip GCG seperti transparansi, kepemilikan publik, akuntabilitas, tanggung jawab, dan keadilan secara konsisten, disamping telah terjadi Conflict of Interest yang kompleks dari manajemen perusahaan.
Kata Kunci : Strategi Perusahaan,Kerjasama Usaha