Industry and competitive analysis of the Sharia Banking in Indonesia
ARIFIN, Indri, Dr. Ainun Na'im, MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini menganalisis perbankan sharia yang bergerak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran tentang kondisi struktur persaingan dalam industri perbankan sharia yang bergerak di Indonesia dengan menggunakan kerangka analisis Porter’s five forces, value network, dan key success factors. Informasi mengenai pasar dan keadaan industri diperoleh dari mempelajari data sekunder. Berdasarkan hasil profil industri dan analisis struktur perbankan sharia yang bergerak di Indonesia masih menjanjikan di masa yang akan datang. Bank sharia memberikan kontribusi lebih dari 70% dalam pertumbuhan asset. Non Perfoming Loan dibawah 4% memberikan tanda terhadap jaminan keamanan simpanan dan pinjaman. Pertumbuhan jaringa bank sharia yang cepat untuk melayani konsumen yang belum terjangkau dan memberikan banyak produk inovasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen yang patuh terhadap prinsip-prinsip sharia. Pasar yang mengambang adalah sebuah pasar yang potensial untuk diraih oleh bank sharia yang memberikan kontribusi 74% terhadap total pasar. Ancaman terhadap produk substitusi menjadi poin yang menarik sejak bank konvensional merupakan substitusi yang dominan yang mudah mengadaptasi produknya teradap produk perbankan sharia. Kebijakan pemerintah yang cepat dalam menanggapi perkembangan perbankan sharia, menarik dan memotivasi pendatang baru maupun calon pendatang untuk masuk ke industri ini. Aliansi dalam value net dapat memberikan nilai tambah perbankan sharia dengan menjalin kerjasama dengan bermacam-macam pemain. Idenya adalah secara sederhana dapat melakukan lebih baik dengan aliansi.
This study analyzes sharia banking in Indonesia. The research tries to describe the structural condition of the sharia banking industry in Indonesia by using the framework of Porter’s five forces, value network, and key success factors. The information of the market and industry has been collected by using some large amount of secondary data. Based on industry profile and structural analysis conducted, the prospect of Indonesia sharia banking industry in the future remains promising. Sharia banking contributes more than 70% in assets growth. Non Performing Loan bellows 4% which indicate deposit assurance and credit redemption guarantee. Sharia banking provide rapid network growth to serve the unserve people and offer many products innovation that suit to customer needs and wants which comply to sharia principles. Floating market is a potential market to be reached by the sharia banking contributes for 74% to total market. The threats of substitutes may become an interesting point since the conventional bank as fast learner in adopting sharia products which become the dominant substitute of sharia products. The quick adaptive government policy in developing sharia banking attract and motivate new comers to get into industry. Alliances in the value net will increase sharia bank added value by teaming up with various payers. The idea is simply better to do with alliances.
Kata Kunci : Bank Syariah,Persaingan Bisnis, sharia bank, Porter’s five forces, value network, key success factors, alliances