Adanya merek baru yang memiliki Perceived Quality lebih tinggi daripada merek yang sudah ada akan menurunkan Perceived Quality merek yang sudah ada
SUSANTI, Retno Dian, Dr. B.M. Purwanto, MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa adanya merek baru yang memiliki perceived quality lebih rendah dan lebih tinggi daripada merek yang sudah ada akan membentuk dan merubah penilaian perceived quality dan sikap responden terhadap merek yang sudah ada. Dalam penelitian pendahuluan dilakukan pengujian manipulasi melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Tujuan dari pengujian manipulasi adalah untuk menentukan tingkat perceived quality merek shampo baru. Dalam penelitian ini, metode pengambilan sampel secara konvinien, yaitu metode non probabilitik yang tidak dibatasi, dimana anggota sampel dipilih karena mudah dijangkau dan mudah didapat. Kriteria sampel yang digunakan adalah wanita yang berusia 16 sampai dengan 45 tahun, berpendidikan SMU ke atas dan dari mahasiswa atau profesional bahkan ibu rumah tangga. Sedangkan sumber data berasal dari data primer melalui metode survai dengan menyebarkan kuesioner kepada 220 responden wanita di Salatiga, yang dibagi dalam dua kondisi, yaitu: 110 responden pada kondisi satu dan 110 pada kondisi dua, dengan masing-masing kondisi yang diperlakukan t 1 (sesi pertama), yaitu menilai perceived quality merek yang sudah ada sebelum adanya merek baru. Lima hari kemudian, responden dalam sesi pertama diikutsertakan kembali dalam t 2 (sesi kedua) untuk menilai perceived quality merek baru dan perceived quality merek yang sudah ada. Kondisi satu merupakan kondisi adanya merek baru yang memiliki perceived quality lebih rendah daripada merek yang sudah ada dan kondisi dua merupakan kondisi adanya merek baru yang memiliki perceived quality lebih tinggi daripada merek yang sudah ada. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji beda rata-rata dengan pengoperasian analisis SPSS versi 12.00. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya penurunan perceived quality merek yang sudah ada setelah adanya merek baru yang memiliki perceived quality yang lebih tinggi daripada merek yang sudah ada, yang selanjutnya akan merubah sikap responden terhadap merek tersebut, yaitu adanya keraguan untuk memiliki niat pindah ke merek baru karena merek baru tidak dikenal oleh responden. Peneliti merekomendasikan merek yang superior dan bertahan di pasar dalam jangka panjang apabila melakukan inovasi produk yang berkesinambungan yang didukung oleh promosi yang tepat, jalur distribusi yang baik, dan harga yang sesuai.
This research has an objective to show the existence of new brand that has lower and higher perceived quality compared to the existing brands and that will shape and change perceived quality assessment and respondent’s attitude towards the existing brands. Within initial research was done manipulation testing through questionnaire dissemination to 30 respondents. The objective of this manipulation testing was to determine perceived quality level of a new shampoo brand. This research used sample taking method conveniently, that is a unrestristed nonprobabilitic method, where the sample chosen because of their availability and accessibility. The sample criterion used was women from age of 16 until 45 years old, with Senior High School and higher education, and from university students up to professional and even housewives. While, the data source derived from primary data through survey by disseminating questionnaire to a number of 220 women in Salatiga, which divided into two conditions, i.e.: 110 respondents in condition 1 and other 110 respondents in condition 2, by each of them treated with t 1 (time 1), that is assessing perceived quality for the existing brand than the new ones. Five days later, respondents of time 1 was reinvolved in t 2 (time 2) in order to assess perceived quality and brand perceived quality of the existing brand after the prevailing of new brands. The condition 1 was the condition of new brands that have lower perceived quality than the existing brands, and the condition 2 was the condition of new brands that have higher perceived quality than the existing brands. The data analysis done by using mean differences test via operating SPSS 12.00 version. The research result showed the existence of decline in perceived quality of existing brands after the emergence of new brands that have higher perceived quality compared to those existing brands and later on will change respondent attitude towards those brands, that is the existence of reluctance to switch to the new brands because they are not familiar for them. The researcher here recommends the superior brand and keep on the market within long-term by doing sustainable product innovation that supported by proper promotion, good distribution channel, and proper price
Kata Kunci : Merek,Sikap Konsumen,Perceived Quality, perceived quality, existing brands, new brands, respondent’s attitude towards the existing brands