Laporkan Masalah

Implementasi kebijakan pemerintah pusat mengenai keseimbangan pembangunan kawasan barat dengan timur Indonesia :: Studi kasus Pengembangan operasi kilang Unit Pengolahan-VII Kasim, Papua

SOEWITO, Andreas T. Seno, Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Pembagian Indonesia menjadi Kawasan Barat dan Kawasan Timur adalah pembagian semu untuk menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok. Perbedaan-perbedaan antara Kawasan Barat Indonesia dengan Kawasan Timur Indonesia dapat dilihat dengan membandingkan beberapa hal antara lain: Tingkat populasi, Tingkat Pendapatan perkapita, Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Industri, Sumber daya manusia unggul. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kesenjangan pembangunan dan perkembangan ekonomi antara Kawasan Barat dengan kawasan timur Indonesia yang diindikasikan sebagai berikut Tingkat pendapatan perkapita, Perkembangan sektor industri, Sumber daya manusia yang berasal dari putra daerah, keberhasilan alih teknologi. Salah satu Implementasi kebijakan Pemerintah Pusat untuk keseimbangan pembangunan kawasan barat dan timur Indonesia adalah pembangunan kilang UP VII Kasim. Kilang UP VII Kasim merupakan Unit penghasil BBM yang lokasinya terdekat dengan kebutuhan pasar Papua dan saat ini memasok sekitar 45% kebutuhan pasar Papua. Sedangkan kelayakan usaha Kilang Kasim ini akan ditinjau dari berbagai aspek antara lain aspek pasar, aspek produksi, aspek ekonomi, sosial, politik serta aspek sumber daya manusia. Dari hasil pemetaan diatas terlihat bahwa posisi Kilang UP VII Kasim adalah pada posisi Kuadran II, hal ini menggambarkan bahwa UP VII Kasim masih memiliki kelemahan internal namun masih memiliki kesempatan yang dapat diraih dalam persaingan. Oleh karena itu strategi yang ditempuh adalah stabilisasi.

The separation of Indonesia territory into West & East Indonesia is in appearance only just to show the big difference between them. We can see the differences between West & East Indonesia by comparing some aspects i.e.: degree of population, degree of income per capita, Economic growth, Industrial sector and excellent human resources. The main problem that we face is the gap between East & West Indonesia in economic development which can be indicated by: degree of income per capita, industrial sector development, human resources who come from native territory and the success of transfer of technology. One of the Central Government policy implementation to make west & east Indonesia development balance is to build the Refinery Processing unit VII Kasim. Refinery Processing Unit VII Kasim is the Unit which produces refined fuel oil and has the nearest location to the Papua market and nowadays this unit supply at around 45% of the Papua market needed. But the properness of the enterprise of this Kasim Refinery will be observed from various aspects i.e.: market aspect, production aspect, economic aspect, social aspect, politic aspect and human resources aspect. From the mapping above we can see that the UP VII Refinery Kasim is in 2nd Quadrant position, this explains that UP VII Refinery Kasim still has the internal weakness but also still has the opportunity that can be reached in competition. That’s why the strategy that has to be taken is Stabilization.

Kata Kunci : Strategi Perusahaan,Pembangunan Kilang Minyak,Kebijakan Pemerintah, Western , Eastern, implementation, Development, Refinery UP VII, SWOT.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.