Pengaruh pemberdayaan terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan kebutuhan untuk berprestasi sebagai variabel moderasi
DARMAWATI, Arum, Drs. Gugup Kismono, MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenStudi ini bertujuan untuk (1) menguji pengaruh pemberdayaan terhadap OCB; (2) menguji pengaruh dimensi-dimensi pemberdayaan―decision making, professional gowth, self-efficacy, status, autonomy, impact; terhadap OCB; (3) menguji pengaruh kebutuhan untuk berprestasi sebagai moderator hubungan antara pemberdayaan dan OCB; (4) menguji pengaruh kebutuhan untuk sebagai moderator hubungan antara dimensi-dimensi pemberdayaan dan OCB. Populasi penelitian ini adalah seluruh dosen UNY yang bergolongan III. Adapun responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 150 responden yang diambil dengan menggunakan proportional stratified sampling untuk masing-masing golongan, yaitu III A sebesar 33.55%, III B sebesar 21.85%, III C sebesar 22.41%, dan III D sebesar 19.20%. Seluruh kuesioner yang dibagikan seluruhnya dikembalikan dengan baik, sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linear, dan analisis regresi moderasian. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata dosen UNY merasa diberdayakan, dengan rata-rata tertingggi pada dimensi professional growth sebesar 4,34; rata-rata dosen merasa telah berperilaku melebihi yang distandarkan, dengan rata-rata OCB sebesar 4.106; dan rata-rata dosen merasa bahwa mereka mepunyai kebutuhan untuk berprestasi tinggi, dengan rata-rata sebesar 3.89. Hasil regresi linear membuktikan bahwa pemberdayaan dan masing-masing dimensi dari pemberdayaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB. Hasil regresi moderasian menunjukkan bahwa kebutuhan untuk berprestasi bukan variabel pemoderator dalam hubungan pemberdayaan dan OCB. Lebih lanjut, penelitian ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan untuk berprestasi bukan variabel pemoderator dalam hubungan masing-masing dimensi pemberdayaan dan OCB. Penelitian ini menemukan fakta baru bahwa kebutuhan untuk berprestasi tidak menjadi variabel pemoderasi dalam hubungan pemberdayaan dan OCB maupun hubungan masing-masing dimensi pemberdayan dan OCB; melainkan menjadi variabel independen lain yang berpengaruh secara langsung terhadap OCB.
This paper planned to (1) examine the influence of empowerment on organizational citizenship behavior (OCB); (2) examine the influence of empowerment dimensions―decision making, professional gowth, self-efficacy, status, autonomy, impact; on OCB; (3) examine the influence of need for achievement as a moderator on the relationship between empowerment and OCB; (4) examine the influence of need for achievement as a moderator on the relationship between empowerment dimensions and OCB. The population of this research was UNY lecturers in group III. 150 respondents were chosen to be the sample for this research which was taken with the proportional stratified sampling from each of group, which consists of III A 33.55%, III B 21.85%, III C 22.41% and III D 19.20%. All of the questionnaires had been returned and can be used for the research. This research use descriptive analysis, linear regression analysis, and moderation regression analysis. From the descriptive analysis, this research found that average of State University of Yogyakarta (UNY) lecturers felt empowered, with professional growth as the highest rank on 4.34 point; average of UNY lecturers felt that they have a high organizational citizenship behavior with 4.106 point; and average of UNY lecturers felt that they have a high need for achievement with 3.89. The linear regression analysis proved that empowerment and its dimensions positively and significantly influence OCB. The moderation regression analysis showed need for achievement was not a moderator variable in the relationship between empowerment and OCB. Further more, this research showed that moderator is not a moderator variable in the relationship of empowerment dimensions and OCB. There was a new finding that need for achievement was recognize as another independent variable which directly influence on OCB, not as a moderating variable.
Kata Kunci : Manajemen Sumberaya Manusia,Pemberdayaan,OCB, influence, empowerment, organizational citizenship behavior, need for achievement, UNY, professional growth