Analisis kebutuhan Business Continuity Planning :: Fungsi TI-PT Pertamina (Persero)
GUSNIDA, Prof.Dr. Jogiyanto Hartono, MBA
2006 | Tesis | Magister ManajemenPada saat ini sistem informasi sudah merupakan kebutuhan vital bagi berbagai perusahaan dan industri, sistem informasi digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan persaingan dan menjawab tantangan bisnis. Untuk suatu perusahaan yang sudah menerapkan dan menggunakan berbagai macam sistem informasi sebagai sarana dalam melakukan transaksi dan mendapatkan informasi maka ketergantungan terhadap berjalannya sistem sangat tinggi. Apabila terjadi suatu kondisi disaster terutama bagi perusahaan dan industri yang melakukan layanan transaksional bersifat mission critical kepada publik, maka akan sangat fatal akibatnya karena dapat menyebabkan kerugian karena kehilangan pendapatan, kepercayaan pelanggan, data, waktu dan tenaga untuk mengembalikan kondisi semula dan sebagainya. Untuk menjaga kontinuitas bisnis pada saat terjadi gangguan pada sistem utama (kondisi disaster) diperlukan suatu solusi layanan yang dapat menjaga ketersediaan informasi dan menyediakan akses yang kontinu terhadap data bisnis yang penting yang disebut Disaster Recovery Center (DRC). DRC bertujuan untuk memastikan bahwa suatu bisnis dapat tetap berjalan saat terjadi disaster, melakukan recovery, dan melanjutkan kembali aktifitas bisnisnya. Pada saat ini PERTAMINA sudah menerapkan dan menggunakan berbagai macam sistem aplikasi yang sebagian besar bersifat sentralisasi, sistem aplikasi tersebut antara lain ERP (Enterprise Resource Planning) dalam hal ini SAP R/3 yang sudah terintegrasi, sistem aplikasi dengan bank (OSDS dan OPBS), Business Warehouse, EAuction untuk sistem lelang, email, internet / intranet dan lain-lain, akan tetapi PERTAMINA belum mempunyai DRC. Dalam tesis ini dilakukan penelitian yang dapat membantu PERTAMINA dalam mengambil keputusan apakah perlu dibuatkan suatu DRC dalam mempertahankan kontinuitas bisnis dalam menghadapi kondisi disaster atau tidak. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai aplikasi yang kritis, potensi kehilangan penjualan, analisis besarnya sistem yang dibutuhkan dan biaya pembuatan suatu DRC. Rancangan dari DRC yang diusulkan adalah aktif-pasif dengan posisi kota yang terpisah dari lokasi server utama dan sistem dapat mengambil alih langsung server utama dengan mengaktifkan link ke Unit-unit Operasi PERTAMINA. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa DRC sangat layak untuk diadakan, hal ini didapatkan dari analisa cost dan benefit dengan memperhitungkan besarnya sistem yang akan dibuat dibandingkan kerugian yang disebabkan kondisi disaster.
Information Technology has a significant role in a company, important decision are based on timely and accurate information from IT systems. Companies are becoming more and more dependant on various systems such as Enterprise Resource Planning, Supply Chain Management and Customer Relationship Management. Virtually all important business process and communications are integrated in one way or another with an IT system. Any disruptions of IT services which can be caused by natural disasters, riots or major technical problems will effect of business continuity. This will have negative impact such as loss of revenue, less customer confidence and data loss. The effort to bring the system back on also requires substantial effort. In order to achieve high availability of IT services one of the best practice is to implement Disaster Recovery Center. The main objective of DRC is to ensure availability of IT Services during major disruptions and to recover the system once the disruption is negated. Pertamina has implemented various IT systems such ERP based on SAP/R3, payment applications (OSDS and OPBS), Business Warehouse, E-Auction, email, internet etc. Most of there system has a centralized architecture where the main co m puting reso urces are lo cated in P ertam ina’s headquarter in Jakarta. The main objective of this thesis is to do a feasibility analysis on implementation of DRC in Pertamina. The thesis is conducted by gathering information regarding critical application, potential income loss, sizing of DRC and capital investment for DRC Infrastructure. The proposed DRC is active-passive design with different geographical location from the main server, DRC is designed to Automatically switch over IT resources such as app licatio n, servers and netw o rk links to P ertam ina’s reg io nal o ffices. The conclusion of the thesis shows that DRC implementation in Pertamina is justified. The study shows the cost / benefit of such implementation, a comparison to potential loss due to a major disruption in IT system is also presented.
Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Teknologi Informasi,Business Continuity Planning, Information system, critical application, user, centralize, Business Continuity, Disaster Recovery Center