Analisis strategi pengadaan biji timah (Tine Ore) dengan menggunakan metode SCOR (Supply-Chain Operation References) pada aspek make dan deliver : Studi Kasus pada PT Tambang Timah
DARMA, Gunawan Abdi, Dr.Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE
2006 | Tesis | Magister ManajemenKonsep SCM semakin penting dalam proses menciptakan value added yang akan meningkatkan performa perusahaan secara keseluruhan dalam rerangka jaringan aktivitas-aktivitas yang dilakukan perusahaan. SCM kita tahu tidak hanya sekedar penyediaan produk saja, tetapi sudah berperan mulai dari sejak proses desain produk dan pengembangan produk baru, pengembangan sistem informasi, sampai pada pelayanan pada konsumen dan supplier. Dengan memperhatikan banyaknya keterkaitan antar fungsi tersebut, maka pengembangan konsep SCM menuntut pendekatan multi disiplin. Berkembangnya konsep manajemen rantai pasokan (supply chain manajemen) dengan fokus kajian terletak pada efisiensi dan efektivitas aliran barang, informasi, uang yang terjadi secara simultan menggerakkan terjadinya penekanan perusahaan tidak hanya pada sisi konsumen tetapi pada sisi suplier juga. Persaingan yang terjadi saat ini tidak hanya terjadi perusahaan secara individu, tetapi berkembang pada tingkatan rangkaian logistik mulai dari pengadaan bahan baku hingga ke titik akhir pada konsumen. Penelitian ini menitikberatkan bagaimana proses fit and match antara strategi yang telah ditetapkan dalam pengadaan material biji timah oleh internal supply chain sesuai dengan kebutuhan perusahaan dengan kenyataan yang terjadi pada 2 periode waktu yaitu sebelum otonomi daerah dan pasca otonomi daerah dengan menggunakan model SCOR level 1 dengan titik berat pada sisi Make dan Deliver. Pengadaan material utamanya baik yang bersifat material number (rutin) dan material nonnumber (non rutin) khususnya biji timah sebagai salah satu bagian dalam mata rantai supply chain di PT Tambang Timah merupakan topik kajian yang sangat krusial mengingat semua proses operasional PT Tambang Timah berawal dari kesuksesan pengadaan material biji timah yang mencerminkan efisiensi dan efektivitas dalam perencanaan satu alur strategi internal supply chain management.
The supply chain management concept recently is becoming more important in the process of value added creation which will boosted the company performance in all aspects through company networking activities. The supply chain management is not just about the procurement process only, but it has started from the product design process and new product development, advanced system information and through the ultimate services for costumers and suppliers. With so many in related functions we can conclude that the development of supply chain concept requires a multi disciplines approaches. The expanding concept of the supply chain management with the focus in efficiency and activity of goods stream, information, financial have simultaneously move the company emphasis not only from consumer side but supplier side also. Recently the competition is not just about the company as an individual but have expand at the level of logistic network activities start from procurement of raw material process to the end user. This research emphasized is on how the process of fit and match among strategy which have been specified in tin ore procurement process by internal supply chain according to the company requirement with the fact that happened at 2 time period that is before autonomy and after autonomy by using SCOR model level 1 with the emphasis on the make aspect and deliver aspect. The material procurement process both for material number and material non number specially for tin ores as one part of supply chain activities in PT Tambang Timah remain as the crucial topic because all the operational process in PT Tambang Timah started from the successfulness of tin ore procurement process which based on efficiency and effectiveness in the plan of internal supply chain management strategy.
Kata Kunci : Strategi Pengadaan,Supply Chain Management, Supply Chain Management, Tin Ore Procurement, SCOR Model Aspect of Make and Delivery