Laporkan Masalah

Keputusan kebijakan hutang, kebijakan dividen, keberadaan komisaris independen serta komite audit dan mekanisme corporate governance :: Studi pada Perusahaan-perusahaan yang listed di Bursa Efek Jakarta

LUBRINA, Lisa, Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Pembahasan dalam penelitian ini adalah mengenai mekanisme corporate governance dan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kebijakan hutang, kebijakan dividen, pembentukan komisaris independen dan pembentukan komite audit sebagai mekanisme corporate governance dapat memberikan pengaruh positif pada kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan 143 sampel, yaitu perusahaan-perusahaan dari seluruh sektor industri kecuali industri keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2001 – 2004. Penelitian ini menggunakan 10 variabel, yaitu variabel Tobin’s q yang merupakan variabel dependen dan merupakan proksi dari kinerja perusahaan; variabel Debt to Equity Ratio (DER), Dividend Payout Ratio (DPR), Dummy Komisaris Independen, dan Dummy Komite Audit sebagai variabel independen utama; serta Kepemilikan Insider, Kepemilikan Institusi, Komposisi Aktiva, Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Penjualan sebagai variabel kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah regresi berganda dan uji t untuk melihat signifikansi dari masing-masing variabel. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5%. Hasil dari penelitian ini adalah, tidak satupun dari variabel utama (DER, DPR, Komisaris Independen, dan Komite Audit) yang memberikan pengaruh positif signifikan terhadap nilai Q. Hasil ini menjelaskan bahwa kebijakan hutang, kebijakan dividen, keberadaan komisaris independen dan komite audit tidak dapat digunakan sebagai mekanisme corporate governance pada saat periode penelitian.

The discussions of this research are about the corporate governance mechanism and firm performance. The aim of this research is to analyze whether the decision of debt policy, dividend policy, the existence of independent commissioner and audit committee as corporate governance mechanism could give positive influence to firm performance. This research uses 143 samples that are the companies from all industrial sectors except financial sector, which listed in Jakarta Stock Exchange at 2001 until 2004. 10 variables are used for this research, that is Tobin’s q as the dependent variable, this form the proxy of firm performance; Debt to Equity Ratio (DER), Dividend Payout Ratio (DPR), Independent Commissioner Dummy and Audit Committee Dummy, as the main independent variables; along with Insider Ownership, Institution Ownership, Assets Composition, Firm Size, and Selling Growth as control variables. Statistical test used is multiple regression and t-Test to see the signification of each variable. The signification level used in this research is 5%. The result of this research explains that none of the main variables (DER, DPR, Independent Commissioner Dummy and Audit Committee Dummy) give significance positive influence to Q value. It shows that Debt Policy, Dividend Policy, the existence of Independent Commissioner and Audit Committee could not be used as corporate governance mechanism at the research period.

Kata Kunci : Corporate Governance,Kinerja Perusahaan,Kebijakan Hutang dan Dividen, corporate governance mechanism, tobin’s q, debt to equity ratio (DER), dividend payout ratio (DPR), independent commissioner, audit committee


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.