Laporkan Masalah

Teori Signaling da kinerja saham jangka panjang pada perusahaan yang melakukan penawaran perdana (IPO) di pasar modal Indonesia

KRISTINA, Dina, Prof.Dr. Eduardus Tandelilin, MBA

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan implikasi teori signaling yang diuji dengan pengaruh underpricing sebagai sinyal dari kualitas perusahaan dan variabel-variabel lain yaitu jumlah SEO yang dilakukan oleh perusahaan setelah penawaran perdana (IPO), persentase saham yang ditahan pemegang saham lama (ALPHA), ukuran perusahaan (ASSETS) dan profitabilitas perusahaan (ROA) terhadap kinerja saham jangka panjang perusahaan yang melakukan IPO di pasar modal Indonesia. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang melakukan IPO di pasar modal Indonesia selama tahun 1999 sampai dengan Juni 2003 dan memiliki harga perdana yang underpriced. Berdasarkan metode purposive sampling, sampel perusahaan yang diteliti berjumlah 46 emiten. Initial market adjusted return digunakan untuk mengukur tingkat underpricing dan buy and hold abnormal return digunakan untuk mengukur kinerja saham jangka panjang. Uji statistik dilakukan dengan analisis regresi sederhana dan berganda. Hasil dari analisis regresi sederhana menunjukkan hipotesis signaling yang mengungkapkan bahwa perusahaan menggunakan underpricing sebagai sinyal yang menandakan kualitas perusahaan tidak dapat dikonfirmasi dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis regresi berganda, variabel jumlah SEO yang dilakukan oleh perusahaan setelah IPO, presentase saham yang ditahan oleh pemegang saham lama, ukuran perusahaan dan profitabilitas perusahaan tidak mampu memprediksi bagaimana kinerja saham jangka panjangnya.

This paper planned to prove the implication of signaling theory tested with the influence of underpricing as the signal of quality of the firm and others variables, the number of SEO that the firm carries out after the initial offer (IPO), the percentage of stocks retained in the offer (ALPHA), firm’s size (ASSETS) and also firm’s profitability (ROA) for the long run performance of Indonesian IPO. Target population of this study was the entire firm that went public in Indonesia during the period 1999 until June 2003 and experienced underpriced initial offer. Based on the purposive sampling method, the final number of sample were 46. Initial market adjusted return and buy and hold abnormal return used to measure the level of underpricing and the long run performance of IPO. This study used simple and multiple regressions for the statistical test. The result from simple regression analysis showed that this study cannot confirm the signaling hypothesis for explaining underpricing made by the firm as the signal of quality of the firm. Using multiple regression analysis, the research found neither the number of SEO that the firm carries out after the initial offer (IPO), the percentage of stocks retained in the offer, the size of the firm nor their profitability enable conclusion to be drawn as to what their long run performance will be.

Kata Kunci : IPO,Kinerja Saham, signaling, underpricing, long run perfomance, IPO, initial market adjusted return, buy and hold abnormal return, SEO, ALPHA, ASSETS, ROA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.