Implementasi metode VAR dalam mengukur tingkat risiko pasar terhadap PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
YUDIYANTO, Agung, Prof.Dr. Sukmawati, MM
2006 | Tesis | Magister ManajemenPotensi keuntungan dan kerugian merupakan dua mata sisi uang yang selalu membayangi investor ketika berinvestasi. Kondisi ini tercipta karena adanya ketidakpastian kondisi di masa yang akan datang sebagai parameter untuk melakukan kegiatan bisnis di suatu sektor. Banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti instabilitas politik dan keamanan, berbagai peraturan dan perundang-undangan yang saling berlawanan, serta ketidakpastian di sektor keuangan terutama pengelolaan portofolio. Resiko yang dihadapi dalam mengelola portofolio terdiri dari general risk dan spesifik risk, dimana salah satu komponen spesific risk adalah market risk. Resiko ini timbul karena ketidakpastian terhadap harga di pasaran karena selalu berubah-ubah mengikuti hukum penawaran permintaan. Sebagaian besar komponen market risk disebabkan oleh interest rate risk yang berlaku di pasaran seluruh dunia dan mampu mengakibatkan instabilitas system keuangan baik di tingkat negara maupun daerah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pengukuran yang mampu menterjemahkan resiko tersebut dalam bentuk kuantitatif sehingga dapat digunakan secara luas dan berfungsi sebagai early warning system di bidang keuangan. Salah satu metode pengukuran resiko secara kuantitatif yang terbaru adalah Value at Risk. Metode ini memiliki tingkat akurasi dan reabilitas yang baik dibandingkan metode pengukuran resiko yang sudah ada. Penelitian ini mengkhususkan diri pada metode varian-covariance karena tingkat akurasinya cukup tinggi, mudah diimplementasikan dan waktu pelaksanaannya terbilang singkat.
There are four main factors that influence the bigger of VaR value, namely the volatility, the trust level, the portfolio composition and the length of the portfolio hold. To determine the volatility value, it is chosen two volatility-counting methods existed in the variance-covariance method, namely Standard Deviation method and EWMA (Equally Weighted Moving Average). This research process passes through some steps. The first step is the historical data collection that is required, and then the next step is to conduct the diversification portfolio based on the general maturity. The third step is the data processing in order to obtain the VaR value. However. The obtained VaR value cannot be directly accepted but it needs to be tested whether the counting model which has been figured meet a demand of the tested validation model or not. Therefore, it is then conducted the fourth step by utilizing the backs testing for every model with the intention that it can be determined which model has the best validation level. The criteria of a model, in effect, fulfilled the condition is if the VaR value is smaller toward the actual loss and the number of the deviation is between the upper or lower floating.
Kata Kunci : Manajemen Resiko,Value at Risk,VaR, Standard Deviation method, EW and EWMA