Laporkan Masalah

Alternatif pola restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah :: Studi kasus pada SPBU di Bank Bukopin

PRIAMBODO, Mohamad Achdian, Prof.Dr. Sukmawati, MM

2006 | Tesis | Magister Manajemen

Krisis perbankan di Indonesia masih belum pulih benar. Pemerintah pernah melaksanakan program rekapitalisasi perbankan nasional dengan memindahkan kredit-kredit macet dari berbagai bank, ke suatu badan khusus yang dibentuk pemerintah yaitu Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN. Namun ternyata cara ini masih belum mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi, karena masih banyaknya kredit bermasalah yang ada di industri perbankan terutama berasal dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dengan jumlah debitur yang banyak dengan aneka ragam permasalahan yang berbeda. Sehingga apabila terjadi permasalahan dan fasilitas kredit perlu direstruktur. Salah satu dari jenis UKM adalah usaha stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), yang merupakan salah satu nasabah Bank Bukopin Pada umumnya pola restrukturisasi yang diberlakukan kepada debitur UKM adalah menjadwal tunggakan (reschedulling) bunga yang telah dibebankan, menurunkan tingkat suku bunga atau memperpanjang jangka waktu kredit, sesuai dengan kemampuan cash flow debitur. Namun dalam pelaksanaanya sering tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sehingga program restrukturisasi perlu di tinjau ulang sampai beberapa kali menyebabkan tersitanya waktu dan tenaga account officer bank. Pembahasan berbagai macam pola restrukturisasi akan dievaluasi pada perusahaan tersebut. Dari perusahaan ini akan diidentifikasikan penyebab terjadinya tunggakan dan cara penyelesaiannya. Selain itu dicari pola restrukturisasi yang tepat sehingga dapat digunakan atau diaplikasikan di Bank Bukopin terutama untuk usaha sejenis. Dari hasil penelitian ini, mendapatkan beberapa alternatif restrukturisasi yang lebih baik. Dengan melakukan beberapa pendekatan berdasarkan kemampuan cash flow debitur, dana yang tersedia digunakan untuk mengurangi pokok kredit terlebih dahulu, dan kelebihan dana yang tersisa digunakan untuk membayar bunga kredit secara keseluruhan atau sebagian, tergantung dari kemampuan cash flow debitur. Sehingga diharapkan permasalahan debitur dapat tertangani, minimal mengurangi beban bunga debitur.

Banking crisis in Indonesia is still not properly recovered yet. The government was once conducted a national recapitalization program by handling over bad credit of various bank to special body established by the government called “Badan Penyehatan Perbankan Nasional” (BPPN). However, evidently this means is still incapable to resolve the existing problems, because there are lots of problems in banking industry especially small scale and medium scale sectors (UKM) with lots of debtors with various problems. So that if any problem accured the credit facility need to be structured. One of UKM type is public refueling station (SPBU), representing one of Bukopin Bank customer. In general, restructuring pattern which is applied to UKM debtor is rescheduling the interest imposed, to reduce the interest rate or prolog the credit terms in accordance with debtor’s cash flow. However, the implementation is not in line with expectation so that the structuring program should be made several times and that to consume much time to account officer of the bank. Various studies of restructuring pattern will be evaluated at such companies. From this evaluation will be identified the cause of outstanding and how to overcome it, besides to find out the proper restructuring so that application can be made at Bukopin especially to one type enterprises. The result of this paper, we find out several better alternatives. By doing some approaches to cash flow ability of debtors, the available fund to be used to lower the principal credit first, and the rest to be used to pay credit interest as whole or in part, depending to the ability of debtor’s cash flow. It is hoped that debtors problem can be handled at least to minimize credit burden of debtors.

Kata Kunci : Manajemen Perbankan,Restrukturisasi Kredit,UKM, restructure, public refueling station, small scale sectors, cash flow, Bank Bukopin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.