Laporkan Masalah

Analisis tingkat kepentingan (Importance) dan kualitas (Performance) pengelolaan aset bangunan pemerintah Kabupaten Bulungan :: Kasus bangunan milik pemerintah Kabupaten Bulungan

KASRAN, Fahmy Radhi, Ph.D

2006 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pengelolaan aset daerah yang baik dan bertanggungjawab merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan ekonomi daerah, pentingnya pengeloaan aset secara tepat dengan lebih berdaya guna dan berhasil guna dengan didasari oleh prinsip pengelolaan aset yang efektif dan efisien maka diharapkan dapat memberikan kekuatan terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bulungan dalam usaha membiayai berbagai pendanaan pembangunan daerah yang tercermin pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) disetiap tahunnya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pengelola aset kurang memahami pengelolaan aset itu sendiri, karena hanya tahu bagaimana membangun tanpa berpikir bagaimana kelanjutannya berupa pengeloalan dan pemanfaatan bangunan tersebut kedepannya, karena itu menurut dugaan sementara pengelola aset merasa bahwa manajemen aset itu bukanlah hal yang terlalu penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kinerja pada 12 faktor kunci dalam pengelolaan aset bangunan di 26 unit instansi di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu, juga melihat faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengelolaan aset bangunan. Temuan menunjukkan belum efektifnya pengelolaan aset bangunan, dari 12 faktor-faktor kunci hanya 4 faktor kunci yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja bagus-identifikasi, profesionalisme, pengoperasian unit dan laporan. Terdapat 2 faktor kunci, penempatan dan pemeliharaan, meskipun memiliki tingkat kepentingan bagus namun kinerja masih rendah, dan 4 faktor kunci, pengawasan, informasi, perencanaan strategis dan sikap positif, meskipun kinerja sudah baik namun faktor kunci ini memiliki tingkat kepentingan yang rendah, dan terakhir, faktor kunci pengukuran kinerja dan transparasi, selain tingkat kepentingan yang rendah juga kinerjanya buruk. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan pengelolaan aset masih ditekankan pada faktor fisik, luas bangunan dan jumlah.

The local asset management which good and responsible is one of successes key of local economy management, the importance of correct asset management which effective and efficient depends on asset management principles which effective and efficient too, so it can reinforce the local government of Bulungan regency in funding many local development programs reflected in the annual Local Real Asset (PAD). In practice, asset manager didn’t realize well about how to develop without considering its continuation in form of such property management and efficiency in the future; because of this, based on temporary estimation the asset manager thinks that it is not a potential point. This study purposed to analyze the importance and performance levels of 12 key factors about property asset management of 26 institutions in the Bulungan Regency Local Government of East Kalimantan Province. In addition, it also considered factors influenced in the property asset management. The result shows that the property asset management is still ineffective. From the 12 key factors founded, only 4 key factors that has a high importance and goodidentification performance, professionalism, unit and reporting operations. Two key factors, allocation and maintenance, although its performance is good but the importance level of these key factors still lower. The last, key factors of transparency and performance measurement, beside its importance level is lower, the performance also poor in quality. The analysis result of chi square shows that asset management is still focused on physical factor, total and capacity of the property.

Kata Kunci : Manajemen Aset,Bangunan Pemerintah Daerah,Kinerja Pengelolaan, Importance, Performance, Real Asset property Management


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.