Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kota Pangkalpinang, 1985-2004
WITJAKSONO, Agoeng Eko, Budiono Sri Handoko, Ph.D
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB sektor industri pengolahan, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Pangkalpinang periode 1985-2004. Masalah dalam penelitian ini adalah pembangunan ekonomi dan sosial di Kota Pangkalpinang belum mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Data yang digunakan adalah data runtut waktu tahun 1985-2004. Lokasi penelitian adalah Kota Pangkalpinang. Variabel yang digunakan adalah tingkat kemiskinan, PDRB sektor industri pengolahan, tingkat pengangguran, tingkat pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Pangkalpinang periode 1985-2004. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda yang diestimasi dengan metode kuadrat terkecil (OLS). Model yang digunakan berdasarkan pendekatan Penyesuaian Parsial (PAM). Hasil regresi menunjukkan bahwa PDRB sektor industri pengolahan berhubungan positif dengan tingkat kemiskinan. Koefisien regresi ditunjukkan sebesar 5,543941, artinya, setiap kenaikan PDRB sektor industri pengolahan sebesar 1% akan meningkatkan kemiskinan sebesar 5,543% dalam jangka pendek dan 9,924% dalam jangka panjang. Tingkat pengangguran memiliki hubungan positif signifikan terhadap tingkat kemiskinan, koefisien regresi sebesar 0,219816. Artinya jika tingkat pengangguran meningkat sebesar 1% maka tingkat kemiskinan akan meningkat sebesar 0,219% dalam jangka pendek dan 0,367% dalam jangka panjang. Tingkat pendidikan berhubungan negatif dengan tingkat kemiskinan. Koefisien regresi sebesar –0,13849 artinya, jika tingkat pendidikan meningkat sebesar 1%, maka tingkat kemiskinan akan turun sebesar 0,136% dalam jangka pendek dan 0,228% dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi berhubungan negatif terhadap tingkat kemiskinan. Koefisien regresi ditunjukkan sebesar -0,161926 artinya setiap peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1%, akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,161% dalam jangka pendek dan 0,269% dalam jangka panjang selama periode 1985-2004.
This research aims to analyze the influence of PDRB of manufacturing industries, unemployment rate, education rate and economic growth in Pangkalpinang city from 1985 to 2004. The research main addressed is social and economic development cannot reduce the rate of poverty. The data consist of 1985 – 2004 time series secondary data where Pangkalpinang city was choose as the location of research. The tools of analysis uses regression analysis estimated with Ordinary Least Squared (OLS) and the model used based on the Partial Adjustment Model (PAM) method. The results of regression analysis show that PDRB of manufacturing industries sector has positive and significant effect. Regression coefficient found 5,543941 mean that if PDRB of manufacturing industries sector increases 1%, so poverty rate will increase 5,543% in the short run and 9,924% in the long run. Unemployment rate has positive significant effect on poverty rate. Regression coefficient found 0,219816 mean that unemployment rate increases 1%, so poverty rate will increase 0,219% in the short run and 0,367% in the long run. Education rate has negative effect. Regression coefficient found –0,136849 mean that if education rate increases 1%, so poverty rate will decrease 0,136% in the short run and 0,228% in the long run. Economic growth has negative effect on poverty rate. Regression coefficient found -0,161926 means that if economic growth increases 1%, so poverty rate will decrease 0,161% in the short run and 0,269% in the long run from 1985 to 2005.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Kemiskinan,PDRB, poverty, unemployment, economic growth