Kinerja keuangan daerah Kabupaten Aceh Selatan
RAHMADSYAH, Dini, Wahyu Widayat, M.Ec
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan daerah Kabupaten Aceh Selatan dilihat dari proporsi komponen belanja aparatur daerah terhadap total belanja aparatur daerah, proporsi sektor belanja pelayanan publik terhadap total belanja pelayanan publik, rasio efisiensi, rasio efektivitas pengelolaan keuangan daerah, tingkat kemandirian serta ketergantungan keuangan terhadap pemerintah pusat tahun 2004. Alat analisis yang digunakan adalah perhitungan proporsi belanja aparatur daerah dan pelayanan publik, efisiensi, efektivitas, Derajat Otonomi Fiskal (DOF) dan Rasio Sumbangan dan Bantuan (RSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalokasian anggaran daerah dalam APBD tahun 2004 telah berorientasi pada publik, hal ini dapat dilihat dengan proporsi alokasi anggaran publik sebesar Rp171.487.524.079 (67,61%) dari total belanja, sedangkan belanja aparatur daerah sebesar Rp82.147.055.951 (32,39%). Dari total belanja pelayanan publik tersebut Dispora menempati proporsi anggaran terbesar yaitu 34,59%, diikuti oleh Sekretariat daerah dan Kimpraswil masing 17,09% dan 9,11%. Dilihat dari tingkat kemampuan keuangan daerah (DOF) pada tahun 2004 Kabupaten Aceh Selatan masih tergantung pada pemerintah pusat, di mana kontribusi pendapatan asli daerah terhadap total pendapatan daerah hanya sebesar 1,75%. Rasio efektivitas pengelolaan keuangan selama tahun 2004 sebesar 89,58% dan tergolong dalam kriteria efektif, sedangkan rasio efisiensi sebesar 31,69% tergolong dalam kriteria efisien.
This study aimed to identify local financial performance of South Aceh Regency in term of proportion component of local expenditure to total local expenditure, proportion expenditure for public services to total expenditure for public services, efficiency ratio, effectiveness of local financial management ratio, self-sufficiency level and financial dependency to central government in 2004. Analytical tool used are proportional analysis of local and public services expenditure, efficiency, effectiveness, fiscal autonomy level, and donation and grant ratio. The study result indicated that the allocation local expenditures of district income and expenditure in 2004 has been oriented for public, proportion expenditure allocation of public services as Rp171,487,524,079 (67.61%) from total expenditure, while expenditure of local as Rp82,147,055,951 (32.39%). From total expenditure for public services Dispora achieve the biggest proportion as 34.59%, followed by Local secretary and Kimpraswil are 17.09% and 9.11%, respectively. In view of local financial ability level in 2004 South Aceh Regency still dependent with central government, whereas local government genuine receipts to total local government receipt is 1.75%. Effectiveness of local financial management ratio in 2004 is 89.58% and classified as effective criteria, efficiency ratio is 31.68% and classified as efficient criteria.
Kata Kunci : Keuangan Daerah,Kinerja, financial performance, fiscal autonomy level, effectiveness ratio, efficiency ratio