Laporkan Masalah

Alokasi belanja pada Biro keuangan Provinsi Riau berdasarkan Standar Analisa Belanja (SAB)

MINARNI, Samsubar Saleh, Ph.D

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menghitung belanja/pengeluaran pada unit kerja Biro Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Riau tahun Anggaran 2005 dengan menggunakan Model Standar Analisa Belanja (SAB). Hal-hal yang dimaksud yaitu; penentuan biaya rata-rata, Standar Analisa Belanja untuk mencapai nilai-nilai kewajaran dan mampu meningkatkan kinerja keuangan daerah serta mengetahui kebutuhan anggaran belanja yang wajar sesuai dengan beban kerja. Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari unit kerja Biro Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Riau untuk tahun Anggaran 2005. Alat analisis yang digunakan adalah formula yang dikembangkan oleh Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM yaitu; biaya rata-rata, Standar Analisa Belanja dan kebutuhan anggaran belanja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tahun anggaran 2005 program peningkatan pengelolaan keuangan daerah pada unit kerja biro keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Riau tahun anggaran 2005 terdapat 10 aktivitas/kegiatan. Dari 10 aktifitas/kegiatan yang dilakasanakan kegiatan penyusunan dan pembahasan APBD 2005 dan perubahan APBD 2006 menduduki tempat teratas dalam hal kebutuhan biaya untuk setiap satu pelaksanaan kegiatan dengan biaya rata-rata sebesar Rp62.500.000 untuk target kinerja 8 kegiatan. Diikuti urutan kedua kegiatan pengadaan sistem dan jaringan komputerisasi dengan biaya rata-rata sebesar Rp34.443.000 untuk target kinerja 10 kegiatan. Adapun aktivitas/kegiatan yang membutuhkan biaya yang paling sedikit untuk 1 kali pelaksanaan kegiatan adalah bimbingan teknis aplikasi peraturan perpajakan bagi pengelola keuangan daerah dengan biaya rata-rata sebesar Rp226.800 untuk target kinerja 97 kegiatan. Hasil perhitungan Standar Analisa Belanja menunjukan bahwa kegiatan Biaya pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah memperoleh Standar Analisa Belanja tertinggi sebesar Rp3.200.000.000 dan urutan kedua kegiatan penyusunan dan pembahasan APBD 2005 dan perubahan APBD 2006 sebesar Rp500.000.000 dan yang mendapat Standar Analisa Belanja yang terendah adalah kegiatan Penyusunan dan sosialisasi desain sistem dan prosedur pengelolaan APBD sebesar Rp150.000.000. Hasil perhitungan kebutuhan belanja program peningkatan pengelolaan keuangan daerah pada unit kerja biro keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Riau tahun anggaran 2005 diketahui bahwa ada 8 kegiatan yang mengalami overfinancing dan 2 kegiatan mengalami underfinancing. Secara umum kebutuhan anggaran belanja untuk program peningkatan pengelolaan keuangan daerah pada unit kerja Biro Keuangan Pemerintahan Daerah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2005 adalah sebesar Rp5.538.470.000, sedangkan realisasi belanja tahun anggaran 2005 sebesar Rp9.207.280.000, maka terjadi overfinancing sebesar Rp3.688.760.000 atau 40.06% dari total realisasi anggaran tahun 2005.

The study purposed to assess and measure expenditures within Local Government Financial Bureau of Riau Province during 2005 using Model Standar Analisa Belanja (SAB/Expenditure Analysis Standard Model). This include: determination of average cost, Expenditure Analysis Standard to obtain reasonable rates and enhance local financial performance as well as recognize reasonable expenditure budgeting proportional toward works burden. Secondary data resulted from Local Government Financial Bureau of Riau Province during 2005, were used. Analysis tools were developed by Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM (Public Policies and Economy Study Centre of UGM) including: average cost, Expenditure Analysis Standard and budgeting requirement. The results represent a number of 10 activities during 2005, with arrangement and review of regional budget 2005 and adjustment of regional budget 2006, considered on highest expenditure requirement counted as Rp62.500.000 for performance target of 8 activities. The second highest expenditure activity is computer networking and system provisions with average cost by Rp34.443.000 for performance target of 10 activities. There is, the lowest expenditure-required activity is technical briefing of taxation policies for regional financial management with average cost of Rp226.800 for performance target of 97 activities. The result from Expenditure Analysis Standard shows that program of regional financial management considered as highest rate of Expenditure Analysis Standard by Rp3.200.000.000, followed by arrangement and review of regional budget 2005 and adjustment of regional budget 2006 by Rp500.000.000, and the last of the lowest one is establishment and socialization of management procedure and system design of regional budget, with Rp150.000.000. From expenditure requirement calculation for program of regional financial management enhancement within Local Government Financial Bureau of Riau Province during 2005 it is founds that there are 8 overfinancing activities and 2 under-financing activities. In general, expenditure requirements for program of regional financial management enhancement within Local Government Financial Bureau of Riau Province during 2005 is by Rp5.538.470.000, whilst realization of expenditure budget for 2005 is Rp9.207.280.000, so that it considered overfinancing as Rp3.688.760.000 or 40.06% of total budget realization for 2005.

Kata Kunci : Belanja Daerah,Anggaran Kinerja,SAB


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.