Strategi penerapan pengelolaan keuangan daerah berdasarkan PP No.58/2005 dan Permendagri No.13/2006 di Kabupaten Manokwari
SANGKEK, Sellvyana, Prof. Abdul Halim, Ph.D.,Akt
2007 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini tentang strategi penerapan pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan PP No.58/2005 dan Permendagri No.13/2006 di Kabupaten Manokwari. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hambatan, tantangan, peluang dan kekuatan dalam penerapan pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan PP No. 58/2005 dan Permendagri No. 13/2006. (2) untuk merumuskan strategi penerapan pengelolaan Keuangan Daerah. Alat analisis yang dipergunakan adalah analisis SWOT. Kesimpulan penelitian ini, yaitu: 1. indentifikasi kekuatan penerapan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Manokwari berdasarkan PP No. 58/2005 dan Permendagri No. 13/2006 adalah (a) tersedia konsultan dan staf yang telah mengikuti pelatihan; (b) kualitas SDM yang memadai; (c) sumber dana jumlah dana di daerah yang jelas; (d) lingkungan kerja fisik dan non fisik; (e) pengelolaan keuangan yang transparan akuntabel; (f) sistem keuangan yang tertib administrasi dan lebih simpel. Kelemahan (weakness) adalah (a) SDM pengelola keuangan daerah dan penguasaan teknologi yang lemah; (b) penggunaan keuangan yang tidak tertib; (c) laporan realisasi keuangan daerah lemah; (d) sistem dan prosedur pertanggungjawaban belum maksimal; (e) pertanggungjawaban dinas badan pengelola keuangan daerah yang bebas. Adapun yang menjadi peluang (opportunity) adalah (a) UU dan PP tentang pengelolaan keuangan daerah; (b) reformasi birokrasi dan good-governance memperkecil KKN; (c) jumlah penduduk dan luas wilayah; (d) sumber dana yang cukup; (e) dukungan aparatur dan instansi penerapan pengelolaan. Ancaman (threats) adalah (a) isu situasi politik dan menurunnya kepercayaan terhadap Pemerintah; (b) masih kurang koordinasi kerja antarinstansi; (c) situasi dan kondisi daerah yang sulit; (d) sarana penunjang/pendukung; 2. formulasi strategi, yaitu: (a) mendapat dukungan kuat dalam kebijakan Pemerintah dan DPRD; (b) perbaikan sistem dan prosedur pengelolaan Keuangan Daerah; (c) peningkatan koordinasi kerja dengan instansi yang terkait; (d) peningkatan penerapan PP No.58/2005 dan Permendagri No. 13/2006; (e) peningkatan kualitas dan kuantitas SDM aparat Pemda Kabupaten Manokwari khususnya SDM yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi pemerintah; (f) peningkatan sarana dan prasarana serta dana operasional untuk menunjang kegiatan intensifikasi penerapan pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 58/2005 dan Permendagri No. 13/2006 di Kabupaten Manokwari; (g) sosialisasi atau penyuluhan kepada aparatur dan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dan ketertiban penerapan administrasi serta transparansi pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan PP No.58/2005 dan Permendagri No. 13/2006.
This research is about strategy of applied local financial management based on Governmental Regulation (PP) No.58/2005 and Internal Affair Ministry Regulation (Permendagri) No.13/2006 in Manokwari Regency. This research aims is (1) to know the strengths, weakness, opportunities and threats in order to applied in local financial management based on PP No. 58/2005 and Permendagri No. 13/2006. (2) to formulate the strategy of local financial management based on PP No. 58/2005 and Permendagri No. 13/2006. The tool to analyze the data used in this research is SWOT analysis. This research conclusions are: 1. strength indentification of applied local financial management based on PP No.58/2005 and Permendagri No.13/2006 in Manokwari Regency, are (a) made available by consultant and staff followed the training; (b) adequate quality of human resources; (c) financial sources are more clear; (d) the physical and non physical environment of work; (e) transparent and accountable financial management; (f) the financial administration system more orderly and simple. Weakness are: (a) organizer of human resources of local financial and weak technology domination; (b) financial use which is not orderly; (c) weak local financial report realization; (d) system and responsibility procedure not maximal yet; (e) responsibility on duty of local financial organizer. As for becoming opportunity are (a) Act and Governmental Regulations about local financial management; (b) reform of bureaucracy and good-governance to minimize the corruption; (c) a lot of population and wide region; (d) local financial sources; (e) support of apparatus and institutions. Threats are (a) political situation issues and declining beliefs on Government; (b) still less job co-ordinate among the institutions; (c) difficult local condition; (d) support medium; 2. strategy formulations are: (a) strong support from Governmental policy and Public Representation Council on regional level (DPRD). (b) repairs local financial management system and procedure; (c) improve work’s coordination with the related institutions; (d) improve the applied of PP No.58/2005 and Permendagri No. 13/2006; (e) improve the quality and quantity of human resources of local government in Manokwari Regency esspecially in human resources with well knowing of governmental accounting; (f) improve of medium, infrastructure and also financial operation to support activities local financial management in Manokwari Regency; (g) socialization or counselling to apparatus and society to increase compliance and orderliness of administration and also the transparency of local financial management.
Kata Kunci : Keuangan Daerah,Pengelolaan, SWOT, IFAS, EFAS, Governmental Regulation No.58/2005, Internal Affair Ministry Regulation No.13/2006, Manokwari