Analisis produksi dan nilai penjualan keripik pisang di Kota Bandar Lampung, 2006
WIJAYA, Rahmat Hadi, Soeratno, Ph.D
2006 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi dan harga input terhadap produksi dan nilai penjualan pada industri keripik pisang di Kota Bandar Lampung tahun 2006. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan survey lapangan dan komunikasi tanya jawab langsung melalui kuisioner terhadap seluruh populasi sebanyak 17 unit industri keripik pisang. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda yang ditaksir dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Square, OLS) dalam bentuk double-log untuk fungsi produksi dan fungsi linier untuk nilai penjualan keripik pisang. Variabel terikat pada fungsi produksi adalah output per tenaga kerja (lnQL), dengan variabel bebas yaitu jam kerja per tenaga kerja (lnJL), modal sendiri per tenaga kerja (lnSL), modal pinjaman per tenaga kerja (lnPL) dan umur perusahaan (lnTh), termasuk tiga variabel dummy berupa dummy pinjaman (d1), dummy pembinaan (d2) dan dummy kesulitan modal (d3). Pada analisis regresi nilai penjualan, digunakan variabel terikat harga jual per output (Hq) dengan veriabel bebas biaya bahan baku (B1), biaya upah (B2), ongkos kerja (B3), harga bahan baku (H1) dan harga upah (H3). Hasil analisis regresi dengan α = 0,05 pada fungsi produksi diperoleh nilai R2 = 0,987 dan Adj.R2 = 0,981 dengan nilai F (157,741) yang lebih besar dari Ftabel (3,840) yang disyaratkan sehingga H0 ditolak. Untuk analisis regresi pada fungsi nilai penjualan didapatkan nilai R2 = 1,000 dan Adj.R2 = 0,999 dengan nilai F (2885,858) yang lebih besar dari Ftabel (3,200) yang disyaratkan sehingga H0 ditolak. Variabel bebas yang berpengaruh signifikan (t ≥ ttabel) terhadap variabel terikat, secara simultan maupun parsial pada analisis regresi tersebut adalah; modal sendiri (β=0,533), modal pinjaman (β=0,634), biaya bahan baku (β=1,040), biaya upah (β=0,814), ongkos kerja (β=1,002), dummy pinjaman (+d1), dan dummy kesulitan modal (-d3).
This research was intended to examine the influence of production factors and input prices on the production and sales of banana’s chips industries at the Bandar Lampung city, 2006. The data were gathered by field survey and direct questionaire with all population about 17 firms. The instrument of analysis is multiple linier regression with Ordinary Least Square (OLS) method in a doublelog form for production function and linier model for the sales. The dependent variable of production’s is output per a labour unit (lnQL) and the independent’s are workhours per employees (lnJL), capital (lnSL), loan amounts (lnPL) and the firm’s age (lnTh) included three dummy variables of loans (d1), counseling (d2) and capital difficulty (d3). At the sales regression with dependent variable of sales price (Hq) and independents are raw-materials cost (B1), wage cost (B2), production cost (B3), raw-material price (H1) and variable of wage price (H2). Regression by level of significance α 0,05 at the production function found R2 = 0,987 and Adjusted R2 = 0,981 with F (157,741) > Ftab (3,840); H0 is refused. Meanwhile, in the sale’s given R2 = 1,000, Adjusted R2 = 0,999 and F (2885,858) > Ftablel (3,200); H0 is refused. The independent variables plays as a significant role (tstat > ttab ; H0 is refused) to the dependent’s by simultaneously and partially impacts was capital (β=0,533), loan amounts (β=0,634), rawmaterials cost (β=1,040), wage cost (β=0,814), production cost (β=1,002), dummy of loans (+d1), and dummy capital difficulties (-d3).
Kata Kunci : Industri Kecil,Produksi dan Nilai Penjualan