Laporkan Masalah

Pengelolaan kas daerah melalui deposito di Kabupaten Nunukan

SUKARNA, Nana, Soeratno, Ph.D

2007 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pengelolaan kas daerah melalui deposito telah dimulai oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan sejak Agustus tahun 2004, dengan pengelolaan kas daerah yang sementara menganggur (idle cash) untuk diinvestasikan sementara dalam bentuk deposito. Meskipun pola penghitungan besaran idle cash masih bersifat incremental, namun kebijakan pengelolaan kas daerah ini terbukti mampu memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui perolehan bunga deposito. Untuk mengetahui apakah idle cash yang diinvestasikan sudah optimal sesuai dengan potensi yang ada dalam aliran kas maka perlu dilakukan analisis terhadap kebijakan pengelolaan kas daerah tersebut. Analisis kebijakan pengelolaan kas dilakukan dengan menggunakan alat analisis model anggaran kas, sebagaimana dikemukakan oleh Building Institution for Good Governnance (BIGG) dalam menghasilkan informasi mengenai besaran idle cash yang bisa didepositokan dan perolehan bunga deposito. Hasil analisis ini kemudian dibandingkan dengan model incremental yang diterapkan oleh Pemda Kabupaten Nunukan selama ini. Di samping itu juga digunakan topologi Bardach untuk menilai prospek kebijakan pengelolaan kas dari segi perspektif alternatif kebijakan publik dalam menghasilkan informasi idle cash yang akan didepositokan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan anggaran kas, ternyata mampu memberikan informasi besaran idle cash dan perolehan bunga deposito yang lebih optimal dibanding model incremental. Untuk tahun 2005, pengelolaan kas daerah yang menganggur hanya dapat menghasilkan bunga deposito sebesar Rp2.861.095.890,41.-, padahal potensi idle cash yang terdapat pada aliran kas dapat menghasilkan bunga deposito sebesar Rp8.261864.952,22.- atau terdapat selisih sebesar Rp5.400.769.061,81.- . Dengan metode yang sama untuk tahun 2006 dapat menghasilkan sebesar Rp16.529.653.294,93.- jauh lebih besar dibanding dengan rencana yang telah disusun oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan sebesar Rp3.872.191.780,82,- , sehingga dari segi pemilihan alternatif kebijakan publik dengan menggunakan kriteria penilaian kelayakan tekhnis, kelayakan ekonomi/finansial, keberlangsungan kebijakan secara politis, dan kemampuan administrasi, dapat dikatakan bahwa kebijakan pengelolaan kas daerah melalui deposito dalam pemanfaatan idle cash untuk investasi guna mengoptimalkan PAD, mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan

District cash management through deposit have been started by local Government of Nunukan since 2004, by district cash management provisional idle cash for being temporarily invested in the form of deposit. Though pattern of enumeration of number of idle cash still have the character of the incremental, but this cash local management policy is proven able to give enough contribution in oftimizing of Original Earnings of Area (PAD) through deposit interest ecquirement. To know what idle cash invested have optimal as according to existing potency in cash stream hence require to be done by analysis the cash management policy. Analyze the policy of cash management conducted by using analyzer model the cash budget, as opened by Building Institution for Good Governance (BIGG) in yielding information of concerning number of idle cash which can be deposited and deposit interest acquirement. Later; the result of this analysis is compared to model incremental applied by local government of Nunukan during the time. Despiteffuly also used by Bardach’s tipologi, to assess the prosfect of policy of cash management from facet of public perspectif policy alternative in yielding information of idle cash to be deposited. The result of analysis indicate that the cash budget use, in the reality able to give in the information if number of side idle cash and more compared to optimal deposit interest acquirement incremental model year to 2005, the district idle cash local management just produced the deposit interest of equal to Rp Rp2,861,095, 890.41.- though potency of idle cash wich in cash flow can produced deposit interst about Rp8,261,864,952.22.- or there are difference of equal to Rp5,400,769,061.81.- . With similar method for year 2006 can produced of equal to Rp16,539,653,294.93.- that far more great than the plan arranged by local Government of Nunukan of equal to Rp3,872,191,280.82.- , therefore from facet of public assessment of technics eligibility, economic eligibility/financial, political viability, and administration ability can be side that policy district cash management in exploiting of idle cash for the invesment of utilize to optimize PAD, haveing good enough prosfect to be developed by local goverment of Nunukan.

Kata Kunci : Kas Daerah,Pengelolaan,Deposito, idle cash, cash management, cash budget, policy prospect


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.