Proses dan hasil kebijakan perubahan Institut Agama Islam Negeri menjadi Universitas Islam Negeri "Syarif Hidayatullah" Jakarta
SYAFRIZAL, H, Dr. Agus Pramusinto, MDA
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikStudi ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang proses perubahan IAIN menuju UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu dengan melakukan pemetaan isu dan pelaku perubahan, serta menganalisa pelbagai sikap, pandangan dan tindakan pihak pro dan kontra perubahan. Dari penelisikan tersebut selanjutnya ditemukan model kebijakan dan tipe perubahannya. Penelitian ini mendapatkan 3 (tiga) fase proses perubahan IAIN menjadi UIN Jakarta. Pertama, fase “pergolakan pemikiran modernisasi pemikiran Islam di lingkungan IAIN†sekitar tahun 1980-an. Kedua, fase “analisa kebijakan perubahan IAIN menjadi UIN, yaitu tahun 1990-an. Dan fase ketiga proses formulasi dan implementasi kebijakan perubahan IAIN menjadi Universitas atau UIN, yaitu tahun 2000-an (lihat bab IV). Perubahan kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak dapat dipersamakan konteksnya dengan apa yang terjadi pada UIN lainnya (misalnya pada UIN Malang, UIN Pekan Baru, dan seterusnya). Karena berdasarkan sisi kesinambungan isu dan latar kesejarahan pendiriannya yang panjang, kegigihan pelaku perubahan antar generasi yang berkesinambungan, jejaring (linkage) kemitraan dan kerjasama yang luas, menjadikan alasan kuat bahwa Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) ini layak mengembangkan diri secara kelembagaan menjadi sebuah universitas. Pada akhirnya penulis berkesimpulan bahwa diterminan kebijakan perubahan adalah lebih karena pertimbangan politik (state centered), dibanding pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan pengguna, masyarakat luas dan ummat Islam (social centered), yang kenyataannya masih relatif nilai keberhasilannya (lihat bab Analisa Model Kebijakan dan Perubahan). Ditunjukkan dengan adanya sinergi kondusif para pelaku perubahan (agents of change) antara elit politik dan birokrasi di lingkungan DPR-RI (1999-2004), Depag RI (masa Quraish Shihab dan Said Aqil Al Munawwar), Depdiknas RI (masa Malik Fadjar), dan sebagai change advocates adalah Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sendiri (masa Azyumardi Azra).
This study was intended to obtain an inclusive look and comprehensive figure on a momentous transformation of Syarif Hidayatullah State Islamic Institute (IAIN) to State Islamic University (UIN) Jakarta. The study includes the mapping issues, changes agent, and transformations process from different view and pro-cons form a number of groups. This study is also aimed to evaluate how and the regulation is implemented, and the effect shown by policy, either positive or negative. This research has found three (3) important phases during the changing process form IAIN to UIN Jakarta. First, the phase called the revolution and modernization of islamic thingking in IAIN during the year 1980. Second, phase of analysis of implemented regulation with regard to a momentous change in IAIN to UIN in era 1990. Third, the formulation process and regulation implementation with regard to a momentous change of IAIN to UIN in era 2000. The context of change in UIN Syarif Hidayatullah jakarta is different from other UIN, and we can not treat them similary (eq. UIN Malang, UIN Pakan baru, ect), because based on the issues of sustainability and their long history, their infinite and hard work by agents of change by their persisting generation, linkage, connection and their wide-ranging cooperation. This State Islamic University is competent by law, administrative and economic to develop it self in to a reputable university. In conclusion, I do believed that, the change form IAIN to UIN Jakarta mainly based on political and economic reason (state-centered) rather than changes in term of social needed such as society and islamic community (socialcentered). In fact the outcome is relative (see: analysis of model policy and changes). It is revealed that there were and independency between agent of changes and political elites in the house of common/ DPR RI (1991-2004), Ministry of Religious Affairs (during Quraish Shihab and Said Aqil Al Munawwar), Ministry of National Education (during Malik Fadjar), and Rector IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Azyumardi Azra) as change advocates
Kata Kunci : Kebijakan Publik,Reformasi PT Islam,Implementasi,UIN