Laporkan Masalah

Implementasi kebijakan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Kabupaten Pacitan

SETIJONO, Heri, Dr. Erwan Agus Purwanto

2006 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Tercapainya tujuan sebuah kebijakan tidak lepas dari keberhasilan dari implementasi kebijakan tersebut di lapangan. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) yang mulai dilaksanakan di Kabupaten Pacitan sejak tahun 2002 secara umum bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan permodalan, kelembagaan dan kegiatan usaha ekonomi produktif lainnya yang berbasis sumberdaya lokal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan untuk mengetahui apakah faktor kultur masyarakat nelayan mempunyai pengaruh dalam implementasi Program PEMP di Kabupaten Pacitan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan mengkombinasikan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif (interactive model of analysis) yang terdiri dari tiga komponen analisis berupa reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk melihat proses implementasi program PEMP dilihat mulai dari, penentuan sasaran program PEMP, pelaksanaan program dan pelaporan kegiatan PEMP. Selanjutnya dari Implementasi program tersebut akan dianalisa tentang pengaruh kultur masyarakat nelayan dilihat dari : respon masyarakat sasaran terhadap Program PEMP, partisipasi dan manajemen masyarakat dalam pembentukan Kelompok Masyarakat Pemanfaat (KMP), penyusunan rencana kerja tindak lanjut bagi penerima manfaat penerima program PEMP, efektifitas pelatihan /pembelajaran penyusunan proposal pengajuan kredit pinjaman dan respon masyarakat penerima manfaat untuk mengembangkan jaringan kerjasama bisnis dan modal. Masyarakat nelayan khususnya kelompok nelayan kecil yang sebenarnya menjadi sasaran program PEMP ternyata belum siap untuk mengakses dana dengan sistem perbankkan. Sehingga dana PEMP masih belum keseluruhan tepat sasaran untuk masyarakat nelayan dan dipergunakan untuk usaha di bidang perikanan. Sosialisasi yang belum dilaksanakan secara optimal juga mempengaruhi lambatnya proses penyerapan dana. Apalagi kultur masyarakat nelayan yang berbeda dengan masyarakat lainnya yaitu komunitasnya heterogen, cara pendapatnya sangat terbuka, mudah dipengaruhi, sulit diorganisir dan manajemennya kurang tertata dengan rapi. Oleh karena itu Implementasi kebijakan Program PEMP hendaknya mempertimbangkan kultur masyarakat setempat.

The reaching of a policy goal does not get out of the efficacy from the implementation of the policy in the field. Generally, the implementation process of coastal society economic enableness program, which applied since 2002 in Pacitan Regency is to improve the prosperity of coastal area society through the capital reinforcement, institution and other productive economic business activity which based on the local resource and continuously. This research goal is to know the implementation process of coastal society economic enableness program and to know whether culture of fisherman society factor has influence in implementation of PEMP Program in Pacitan Regency. This Research is conducted by using decrypted by observation, interview and the documentation study. Data analysis is conducted by observation, interview and the documentation study. Data analysis is conducted by using interactive model of analysis which consists of three analysis components in the form of data reduction, data presentation and conclusion withdrawal. The implementation process of PEMP program can be seen from goal setting of PEMP program, program application and reporting of PEMP activity. Here in after from the implementation of the program will be analyzed about the influence of fisherman society culture seen from : the response of target society to the PEMP program, participation and people management in forming of User Society Group (KMP), job plan arrangement as the follow-up for receiver of PEMP program advantage, the effectiveness of training/learning proposal arrangement of credit of loan proffering and response of advantage receiver society to develop business cooperation and capital network. Fhiserman society especially the group of small fhiserman wich actully becomes PEMP Program target is reaklly not redy yet for accessing the fund through bnking system. So that the pEMP fund still has not accurate to the target for fhiserman society entirety yet and it is used for fishery. Socialization wich is not done optimally also influence the indolence of fund absorption process. And surely fisherman society culture wich is different wich another society that is the heterogeneous community, the opened way in giving opinion, impressionable, dificult to be organized and the management wich is not arranged well. Therfore the implementation of PEMP program policy shall concider to the cultural factor of local society

Kata Kunci : Program Pemerintah Daerah,Implementasi Program


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.