Kinerja implementasi Program Sawittisasi Kabupaten Lampung Utara dari segi proses
LUMI, Sanny, Dr. Samodra Wibawa
2006 | Tesis | Magister Administrasi PublikProgram Sawittisasi adalah kebijakan pemerintah daerah kabupaten Lampung Utara pada sektor pertanian dan perkebunan dengan menggunakan pola kemitraan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja implementasi program dari segi proses. Ruang lingkup penelitian adalah pada segi proses implementasi program dengan melakukan penilaian kinerja yang didasarkan pada kesesuaian penerapan ketentuan/ pedoman pelaksanaan program sawittisasi di lapangan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Implementasi program dinilai belum maksimal dalam mencapai sasaran dan tujuan program walaupun tingkat perbandingan sasaran penerima program (target group) dan realisasi penanaman sawit pada seluruh areal tanam program adalah 90% terealisasi. Cakupan program terhadap target group mencapai 92,71% dan pengadaan bibit 95% terealisasi pada seluruh areal tanam. Belum maksimalnya kinerja implementasi program disebabkan karena Implementasi tahapan-tahapan program di lapangan belum sesuai dengan pedoman pelaksanaan. Dari hasil analisis ditemukan (1) penilaian kemampuan calon penerima bantuan dalam menjaga nilai manfaat program oleh aparat pelaksana tidak menjadi perhatian utama dan lebih terfokus pada aspek legalitas atas kepemilikan tanah calon. (2) pendapat masyarakat pada areal tanam tepi jalan dan aliran sungai kurang diperhatikan oleh apaat pelaksana. (3) selama proses penyusunan analisis bibit dan masa tunggu lahan untuk berproduksi telah menimbulkan kesenjangan pendapatan dan lebih cenderung berpihak kepada petani pemilik modal dan lahan luas, (4) masih terdapat penyimpangan anggaran, kuantitas dan kualitas bibit yang disediakan serta belum terwujudnya ketepatan waktu layanan pendistibusian bibit kepada target group (4) frekwensi layanan bimbingan teknis pertanian oleh aparat pelaksana program masih sangat minim (4) kondisi ideal hasil produksi buah kelapa sawit program sawittiasi belum terwujud (5) pemasaran hasil produksi yang belum berjalan dengan baik. (6) kemitraan antara masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta belum dapat berjalan dengan baik. Rekomendasi hasil penelitian adalah perlu dilakukan pembahasan secara terbuka dan obyektif di antara komponen: pemerintah, dan masyarakat (petani sawit) sehingga dihasilkan suatu kesepahaman pola hubungan dan mekanisme kerja yang saling menguntungkan. Peningkatan kualitas pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan tupoksi aparat pelaksana serta asas keterwakilan kelompok sasaran dan yang bukan sasaran penerima harus dipertimbangkan dengan cermat.
Oil palm planting program is a policy of local government of Lampung Utara regency in agricultural and plantation sectors using partnership pattern. The objective of this research is to identify performance of implementation of the program in process aspect. The scope of the research is process of program implementation by assessing performance based on appropriateness of applying guidance of the oil palm planting program in field. Research design used is descriptive study and data was analyzed using descriptive analysis method. Result of the research indicated that performance of program implementation has not maximal yet in achieving goals and objectives although ratio of target group and realization of oil palm planting in all planting areas is 90%. Scope of the program to target group reach 92.71% and 95% seed procurement was realized in all planting area. The below maximal implementation performance is due to implementation of program steps in field is not appropriate to implementation guidance. Results of analysis indicate (1) assessment of capability of receiver candidates in keeping benefit of the program by executing officer is not a main focus and more focus on legality aspect over land ownership of the candidates; (2) opinion of people in planting area near street and river stream is less considered by executing officers; (3) during seed analysis process and waiting period for land to produce, there have been lag of income and it tends to advantage capital and wide area owners; (4) there are violation in budget, quantity and quality of seed provided, and timeliness in distributing seed to target group, minimal technical assistance by executing officer, and unrealized ideal condition of optimal yield of oil palm planting program; (5) marketing of production yield did not work well; and (6) cooperation between people, local government and private enterprise have not run well. Recommendation suggested is a need for open and objective discussion among government, and oil palm farmer so there is an understanding on relationship pattern and working mechanism that benefit to each other. Improvement of controlling quality on budget use and implementation of tupoksi of executing officer and representation of target group and non-target group should be considered
Kata Kunci : Kebijakan Publik,Pemda TkII,Program Sawittisasi