Laporkan Masalah

Analisis prioritas variabel untuk perbaikan jaringan distribusi daerah layanan air minum :: Studi kasus PDAM Kabupaten Pontianak di Kota Mempawah

SAFITRI, Dian Ervyta, Dr.Ir. Radianta Triatmadja

2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Sumberdaya A

PDAM Tirta Dharma Kabupaten Pontianak yang didirikan pada tanggal 25 Agustus 1982 belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih khususnya masyarakat di Kota Mempawah. Pada tahun 1999 PDAM baru dapat melayani 39,56 % dari total wilayah Kabupaten Pontianak, dengan jumlah sambungan di Kota Mempawah adalah 2048 SR. Ketidakmampuan PDAM diduga karena tidak optimalnya pemanfaatan air baku dan tingkat kebocoran yang cukup besar baik karena faktor teknis maupun non teknis. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan prioritas untuk perbaikan jaringan distribusi air bersih PDAM Kabupaten Pontianak di Kota Mempawah. Penelitian diawali dengan mengkaji jaringan distribusi PDAM untuk kondisi eksisting dengan program WaterNet. Penentuan prioritas menggunakan metode pengambilan keputusan AHP, dengan goal adalah jalur pipa distribusi PDAM yang akan dilakukan rehabilitasi/perbaikan, yaitu dengan mengganti pipa yang ada dengan pipa berdiameter yang lebih besar, sesuai dengan rencana pengembangan PDAM. Kriteria dari AHP adalah kriteria teknis dengan sub kriteria tekanan energi relatif dan kehilangan energi yang didapat dari output WaterNet, kriteria sosial dengan sub kriteria potensi wilayah dan tingkat pelayanan serta kriteria ekonomi dengan sub kriteria biaya perbaikan dan biaya O&P. Responden AHP terdiri dari empat kelompok, yaitu masyarakat terutama pelanggan PDAM yang berada didaerah jalur pipa alternatif, pegawai PDAM sebagai pelaksana kegiatan perbaikan pipa, pegawai Bappeda sebagai perencana dan anggota DPRD sebagai lembaga yang membuat keputusan. Dari hasil perhitungan dengan metode AHP diperoleh jalur pipa 5 yang mencangkup Kelurahan Terusan, Kelurahan Tengah dan Kelurahan Kuala Secapah sebagai jalur yang lebih diprioritaskan untuk diperbaiki, diikuti jalur pipa 3 yang mencangkup Kelurahan Terusan dan Kelurahan Pasir, jalur pipa 1 yang mencangkup Kelurahan Terusan dan Kelurahan Pasir, jalur pipa 4 yang mencangkup Kelurahan Terusan dan jalur pipa 2 yang mencangkup Kelurahan Terusan dan Kelurahan Antibar.

PDAM Tirta Dharma of Pontianak Regency which was founded on August 25th 1982, couldn’t serve the clean water supply to the consumer especially to the people in Mempawah City. PDAM Tirta Darma only serve 39,56 % from the total of Pontianak Regency territory in the year of 1999, with the amount of pipeline linking was 2048 House Connection (SR). The uncapabality of PDAM is expected because of innoptimal in exploitation of rage water and high of leaking of pipe by technical and non technical factor. This research is case study with stressing priority for repair of pipeline and network for water distribution of PDAM in Mempawah City. Preliminary research is beginning from pipeline and network analysis with existing condition use WaterNet Software. The determination of the priority is use AHP Decision Making Method with goal is pipeline and network system that will be rehabilited / repaired, in such way by replacing the pipe diameter to be more bigger, according to the PDAM development plan. The AHP method criteria is technical criteria with sub-criteria are relative energy pressure and head loss energy were got from the Waternet output. Social criteria with Sub-criteria are regional potency and level of service area and economical criteria with sub-criteria are improvement cost and O&M cost. Respondents for AHP research divide in four groups. They are consumer of PDAM in alternative pipeline area, employee of PDAM that have responsibility for operating of system, employee of BAPPEDA that have responsibility to plan and Legislative DPRD for decision maker. The result of calculation using by AHP Method show that pipeline 5 is the first priority for repairing, the pipeline 5 cover the area of Terusan Administrated, Tengah Administrated and Kuala Secapah Administrated, followed by pipeline 3 the secondary priority for repairing that cover Terusan Administrated and Pasir Administrated, pipeline 1 that cover Terusan Administrated and Pasir Administrated, pipeline 4 that cover Terusan Administrated and pipeline 2 that cover Terusan Administrated and Antibar Administrated.

Kata Kunci : Kebutuhan Air,Jaringan Distribusi,PDAM, Distribution Network, Network Repaired, Priority Determination


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.