Sistem pendukung penilaian kinerja bangunan pelabuhan :: Studi kasus Pelabuhan Ule Lheu
HARTONO, Halim, Prof.Dr.Ir. Bambang Triatmodjo, DEA
2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Sarana PrasaPelabuhan Ule Lheu merupakan pelabuhan dengan model kolam buatan, dengan letak geografis dilaut terbuka dan frekuensi pelayaran rutin perhari, bangunan dirancang untuk mampu memberikan pelayanan yang optimal dengan mengutamakan keselamatan pelayaran. Keputusan yang diambil untuk tindakan menyeluruh terhadap pengelolaan bangunan pelabuhan Ule Lheu sangatlah mutlak dibutuhkan, salah satu pendukung keputusan tersebut adalah dengan menilai kinerja bangunan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bobot dari tingkat kepentingan antar bangunan pelabuhan dengan menggunakan metode Analitical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat bantu. Metode AHP ini digunakan untuk penilaian terhadap bobot kepentingan dengan memberikan nilai intensitas kepentingan pada operasi matrik. Dengan menggunakan matrik resiprokal level 2, kriteria kinerja meliputi: struktural, keselamatan pelayaran, fungsional dan ekonomis, serta kriteria bangunan meliputi: alur pelayaran, pemecah gelombang, dermaga, alat pemandu pelayaran dan gedung terminal. Hasil pembobotan menunjukkan Y Kinerja Bangunan = 0,333 STR + 0,333 KESPEL + 0,222 FGS + 0,111 EKM Y Bangunan Pelabuhan = 0,217 AP + 0,243 PG + 0,231 DM + 0,213 APP + 0,096 GED Setelah di uji cobakan ke bangunan pelabuhan Ule Lheu, bangunan pelabuhan mempunyai indek kondisi 6,8 yang berarti dalam kondisi sedang. Bangunan yang memiliki nilai paling rendah adalah alur pelayaran dengan nilai 5,2, pemecah geombang memiliki nilai 5,9, dermaga memiliki nilai 6,4, alat pemandu pelayaran dan gedung terminal memiliki nilai 9.
The Ule Lheu port is a harbor with artificial pond model, where the geographical site is lied in the open sea and the sailing frequency is routine each day, the building is designed to facilitate optimum service by prioritizing the safety of life at sea. A decision, which was made for overall action on Ule Lheu port building management, is absolutely needed, one supportive decision is to evaluate the building performance. This research was to examine weight of interest rate among port buildings by using AHP (Analytical Hierarchy Process) method as supportive tool. The AHP method was used for evaluating the weight of interest by giving interest intensity value to matrix operation. Using a level-2 reciprocal matrix, the performance criteria are as follows: structural, safety of life at sea, functional and economic criteria of buildings, navigation channel, break water, pier, sailing guide tool, and terminal hall. Results of weighing indicated that YBuilding Performance = 0,333 STR + 0,333 KESPEL + 0,222 FGS + 0,111 EKM YHarbor Building = 0,217 AP + 0,243 PG + 0,231 DM + 0,213 APP + 0,096 GED After these result were applied and tasted to Ule Lheu port, the building had 6.8 condition index, meaning that it was in medium condition. Building, which had lowest value, was a navigation channel with 5.2-value, break water with 5.9- value, the pier with 6.4-value, sailing guide tool and terminal buildings with 9- value.
Kata Kunci : Bangunan Pelabuhan,Kinerja,AHP,Port building performance, Analytical Hierarchy Process (AHP), interest weight, index condition