Unjuk kerja tembok pantai dalam negurangi Run Up Tsunami
ARDANTHA, I Made, Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D
2006 | Tesis | S2 Teknik SipilDalam usaha memanfaatkan saluran gelombang sebagai sarana penelitian bangunan pantai dalam menahan/mengurangi dampak tsunami diperlukan suatu metode pembangkitan tsunami agar gelombang yang timbul dapat menggambarkan perilaku gelombang tsunami. Dengan menggunakan pintu air untuk membendung volume air diharapkan akan terjadi gerakan air karena terbukanya tembok air yang merupakan tiruan terjadinya tsunami akibat gangguan impulsif di laut. Hal yang perlu diperhatikan adalah pemodelan tipe pantai yang dapat mewakili sebagian besar pantai yang ada, tanpa terjadi refleksi gelombang ketika air melewati pantai, agar tidak terjadi refleksi gelombang yang berarti penurunan energi gelombang sebelum mencapai pantai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui unjuk kerja bangunan pantai berupa tembok pantai dalam mereduksi energi gelombang tsunami sehingga diharapkan terjadi penurunan tinggi run up gelombang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tembok pantai vertikal sebagai penahan gelombang dengan ketinggian tertentu dan berbagai porositas. Hasil penelitian menunjukkan tinggi tembok pantai, porositas dan lokasi tembok pantai berpengaruh pada kinerja tembok. Pada tembok pantai dengan ketinggian 4 m dan tinggi gelombang 4.75 m atau lebih terjadi overtopping yang besar sehingga laju air masih belum banyak terpengaruh. Porositas bangunan 25 % atau lebih masih merupakan celah yang cukup besar bagi gerakan gelombang. Lokasi bangunan sampai sejauh 400 m dari muka air tenang baru dapat menurunkan tinggi run up sampai maksimum 15.1 % untuk bangunan tanpa porositas dan 10.1 % pada bangunan dengan porositas 25 %. Bangunan sejauh 500 m dari muka air tenang dapat menurunkan tinggi run up hingga 24.1 % pada bangunan tanpa porositas dan 18.9 % pada bangunan dengan porositas 25 %.
A method of tsunami reactor will be needed in order to make use of wave outlet as a mean of beach building reasearch in decreasing tsunami effects. The wave caused by the reactor can show the tsunami waves behaviour through it’s waves. By using a water gate to repress water volume will avoke water movements caused by the water wall opening which is an initation of a tsunami, will generated by an impulsive interruption in the ocean. The point to lined is that the beach model has to be a representation of most of the present beach, without any wave reflection by mean energy reduction before it reaches the beach. The target of this research is to evaluate beach building performance in the form of a beach wall. The evaluation of the beach wall in reducing the tsunami wave energy is expected to lower waves run up. The research is done using vertical beach wall as wave stand in a particular height and many porosities. The results shows that the beach wall height, porosity and the beach wall location influence the wall performance. On the beach wall 4 meter high and 4.75 meter high waves or more will cause a big overtopping. So The water speed does not get much affected. Building porosity, 25 % r more is still a big gap for wave movement. Building location as far as 400 metres from the still water level can lower the run up level to 15.1 % maximum for a nonporous building and 10.1 % for building with 25 % porosity. Building location as far as 500 metres from the still water level can lower the run up level up to 24.1 % for a non-pous building and 18.9 % for a building with 25 % porosity.
Kata Kunci : Tembok Pantai,Tsunami,Run Up Gelombang,tsunami, run up, beach wall, water wall, beach wall, porosity, overtopping