Laporkan Masalah

Representativeness satu setasiun hujan terhadap hujan rata-rata DAS

IRAWAN, Ade, Prof.Dr.Ir. Sri Harto Br., Dip.H

2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Hujan yang terjadi dalam suatu DAS merupakan besaran yang sangat penting dalam sistem DAS tersebut. Dalam penyusunan suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir biasanya dibutuhkan hujan rata-rata DAS di seluruh daerah tangkapan yang bersangkutan. Untuk memperoleh besaran hujan rata-rata DAS diperlukan setasiun hujan dengan kerapatan yang memadai dalam suatu DAS. Metode yang banyak digunakan dalam perhitungan hujan DAS adalah metode Poligon Thiessen, namun metode ini akan memberikan hasil perhitungan yang baik apabila di DAS tersebut memiliki kerapatan jaringan pengukur hujan yang cukup. Dalam praktek, untuk DAS yang memiliki satu setasiun hujan, pemakaian metode Poligon Thiessen untuk perhitungan hujan DAS tidak dapat dilakukan. Untuk itu, diperlukan suatu besaran koefisien reduksi (β) yang nantinya akan dikalikan dengan hujan titik yang terjadi di satu setasiun hujan dalam memperkirakan hujan DAS. Dalam penelitian ini, untuk mendapatkan besaran koefisien reduksi (β) dilakukan analisis regresi terhadap koefisien dan konstanta dari masing-masing parameter yang digunakan dalam koefisen reduksi (β) yaitu, luas DAS (A), jumlah setasiun hujan (N) dan elevasi setasiun hujan (E) dengan menggunakan SPSS. Analisis ketelitian hujan DAS dengan koefisien reduksi yang dihasilkan dalam penelitian ini, koefisien reduksi Gama 1, koefisien reduksi Haspers, dan koefisien reduksi der Weduwen, yaitu dengan membandingkan dengan perhitungan hujan DAS yang menggunakan seluruh setasiun hujan yang ada pada DAS yang ditinjau (hujan DAS acuan). Dari analisis tersebut, dapat dilihat penyimpangan atau kesalahan relatif yang diberikan masing-masing koefisien reduksi baik dalam menghitung hujan DAS maupun memperkirakan hujan rancangan. Dari analisis yang dilakukan, pada tahap kalibrasi dengan menggunakan data hujan DAS dan hujan titik yang besar dari 40 mm sepanjang 10 tahun, kesalahan ratarata antara hujan DAS acuan dengan hujan DAS yang diperoleh dari perkalian koefisien reduksi dalam penelitian ini (hujan DAS estimasi) yaitu sebesar 15,0099 mm, atau sekitar 28,0718 %. Sedangkan apa bila hasil hujan DAS dengan koefisien reduksi digunakan untuk memperkirakan hujan rancangan. Untuk kala ulang rendah (2 dan 5 tahun) kesalahan relatif terkecil di peroleh dari hujan DAS hasil koefisien reduksi dalam penelitian ini. Sementara untuk kala ulang tinggi (di atas 5 tahun), kesalahan relatif terkecil diperoleh dari hujan DAS hasil koefsien reduksi Haspers.

Rain that happened in one catchment area is a very important value of that catchment area system. In arranging a water utilizing plan and flood controlling plan usually used average rainfall in all those catch area. To get average rainfall value, needed rainfall network density that spread in one catchment. Method that usually used in counting average rainfall is Polygon Thiessen Method, yet this method will give a quite good counting result if that catchment area has a density of rainfall network. In practice, for catchment area that has one rainfall gauges, application of Polygon Thiessen method for averge rainfall counting is unacceptable. Therefore, needed a reduction coefficient value (β) which later will be times with dot point rainfall that occurred in one rainfall gauges in estimating average rainfall. In this study, to obtaining reduction coefficient (β) measurement, the regression analysys was done to coefficientt and constant from each parameters in reduction coefficient (β), likes catchment area width (A), number of rainfall gauges (N), and rainfall gauges elevation (E) using SPSS program. The correctness analysys of average rainfall with reduction coefficient in this study, Gama 1 reduction coefficient, Haspers’s reduction coefficient, and der Weduwen’s reduction coefficient, resulted by comparing average rainfall in all rainfall gauges on observed cathment area (reference average rainfall). From the analysis, it could be seen deviation or relative error for each reduction coefficient both for accounting average rainfall or estimating designed rainfall. From the analysis, phase of calibration was used average rainfall and point rainfall bigger than 40 mm in 10 yaer, the average of error between referenceaverage rainfall with resulted average rainfall from multiplying with it’s reduction coefficient in the study (estimated- average rainfall) that is 15,0099 mm, or approximately 28,0718%. While, average rainfall result with its reduction coefficient was used for estimated design rainfall. For low return period (2 and 5 year) the smallest relative error was reached from this average rainfall product from reduction coefficient by the study. Meanwhile, for high return period (higher than 5 year), the smallest relative error was resulted from average rainfall Haspers’s reduction coefficient.

Kata Kunci : Hujan DAS,Koefisien Reduksi, average rainfall, designed rainfall, reduction coefficient


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.