Laporkan Masalah

Analisa deformasi tanah pada KM 12 saluran irigasi Kalibawang

RUSDY, Diama Zulfeiry, Ir. Agus Darmawan Adi, M.Sc.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Gerakan tanah yang terjadi pada km 12 Saluran Induk Irigasi Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan jatuhnya korban jiwa. Diperkirakan penyebab gerakan tanah adalah kondisi tanah yang berupa lempung lunak. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian geoteknis di laboratorium terhadap tanah dilokasi tersebut diatas dengan menganalisis deformasi tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis seberapa besar deformasi tanah dalam menyebabkan gerakan dengan memperhitungkan parameter-parameter geoteknis tanah yang diuji di laboratorium. Sampel tanah yang diuji diambil dari beberapa titik bor di Dusun Blumbang, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berlokasi di km 12 Saluran Induk Irigasi Kalibawang. Pengeboran dilakukan pada 4 (empat) titik, BH-02, BH-03, BH-04 dan BH-05. Sampel-sampel yang diambil dari beberapa kedalaman dianalisis di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Gadjah Mada untuk kemudian dimodelkan deformasi tanahnya dengan menggunakan program Sigma/W. Hasil dari penelitian ini memberikan nilai-nilai deformasi tanah pada tiap lapisan. Deformasi dengan nilai terbesar terjadi pada lapisan atas dari lereng (Tabel 4.5 BH-02 dan BH-03). Terlihat untuk kedalaman 3-3,5 m berkisar antara 0,13 – 0,16 m. Hal ini ditandai dengan kondisi jenis tanah lempung lunak. Deformasi dengan nilai terkecil terjadi pada lapisan bawah dari lereng (Tabel 4.5 BH-04 dan BH-05). Untuk kedalaman 13 – 15,5 m berkisar antara 0,000692 – (- )0,00244. Nilai modulus elastisitas pada kedalaman ini besar dan jenis tanah adalah lunak sampai sedang.

Soil movement that occurred at km 12 Main Irrigation Channel Kalibawang, Kulon Progo District, Special Province Yogyakarta caused damage at buildings and victim. This soil movement was approximately caused by the land condition like soft clay. Based on that condition geotechnical research was carried out in laboratory to soil taken from that area. The aims of this research were to determine properties due to geotechnical parameters of soil and soil deformation. The soil was taken from Blumbang village, Kalibawang, Kulon Progo district, Special Province Yogyakarta, located km 12 Main Irrigation Channel Kalibawang. The bor log was done at 4 (four) points, BH-02, BH-03, BH-04 and BH-05. The samples were taken from various deep analyzed at Soil Mechanic Laboratory of Gadjah Mada University and then modeled soil deformation with in Sigma/W program. The result gave the contribute deformation values every soil coat. Deformation with biggest value happened at top soil of slope (Tables 4.5 BH-02 and BH-03). Seem for the deepness of 3-3,5 m range from 0,13 - 0,16 m. In this case with condition of soft clay type. Deformation with smallest value happened at deep coat from slope (Tables 4.5 BH-04 and BH-05). For the deepness of 13 - 15,5 m range from 0,000692 - (-) 0,00244. Modulus elasticity value at this deepness were big and the type was softening until middle.

Kata Kunci : Gerakan Tanah,Deformasi,Modulus Elastisitas, slope, deformation, modulus elasticity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.