Pengaruh curah hujan terhadap longsoran dan penggunaan akar wangi sebagai metoda stabilisasi pada KM.7+800 saluran induk Kalibawang Kulonprogo
AGUSTINA, Dian Hastari, Ir. Agus Darmawan Adi, M.Sc.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Teknik SipilLongsoran merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi pada lereng-lereng alami maupun buatan. Kelongsoran lereng kebanyakan terjadi pada saat musim penghujan. Kebanyakan kelongsoran yang terjadi pada musim hujan adalah akibat peningkatan tekanan air pori pada lereng. Hal ini berakibat pada terjadinya penurunan kuat geser tanah yang selanjutnya menyebabkan terjadi kelongsoran. Penelitian ini dilakukan di Saluran Induk Kalibawang Kulon Progo, khususnya pada km. 7,8. Penelitian ini dilakukan dalam 2 (dua) tahap. Pertama menganalisis perubahan kondisi kandungan air pada lereng (hidrologi lereng) akibat infiltrasi hujan, pemodelan hidrologi lereng dilakukan mulai dari kondisi awal tanpa hujan dan saat ada hujan. Hujan yang diterapkan untuk pemodelan hujan adalah hujan intensitas 60 mm/jam dan hujan intensitas 5 mm/jam selama beberapa jam hingga hari. Selanjutnya menganalisis kestabilan lereng dengan nilai kuat geser tanah (kohesi dan sudut gesek dala m tanah) dari hasil pengujian triaksial tanah tanpa dan dengan perkuatan tanaman akar wangi, sehingga diharapkan akan diketahui kondisi peningkatan kestabilan lereng akibat adanya pengaruh akar wangi. Penelitian ini menghasilkan suatu kondisi bahwa perubahan stabilitas lereng sangat tergantung oleh intensitas dan durasi hujan. Infiltrasi hujan juga berakibat pada perubahan suction yang sangat berpengaruh pula pada kestabilan lereng. Dari hasil analisis hujan dengan intensitas rendah 5 mm/jam lebih berpengaruh menurunkan suction dan stabilitas lereng dibanding hujan dengan intensitas tinggi 60 mm/jam. Penggunaan akar wangi sebagai metoda stabilisasi terbukti dapat meningkatkan kestabilan lereng,
Landslide is one of damage that often occur in natural or artificial slope. Landslide often take place on the rainy season. Many landslide that occur on rainy season cause in in an increase in pore water pressure. This,in turn, result in a decrease in shear strenght then failures occur. This research was done in Kalibawang irrigation channel in Kulon Progo, especially in km.7,8. This research was done in two steps. The first step to analyses ground water slope behavior (hidrological condition) in respon to rainfall infiltration by hidrology modelling, from initial condition without rain and then continuous with raining condition. The rainfalls applied for modelling are intensity 60 mm/hour and 5 mm/hourrespectively some hours until days. The next step to analyses slope stability with shear strenght parameter (cohesion and friction angle value) from the soil triaxial test without and with contribution of vertiver root, thereby result of the test can show the root influence to the stability of slope. This research result is the decrease of slope stability is influence by intensity and duration of the rain. Rain infiltration caused to the change of suction that also influenced to the slope stability. From the analyses, the most potential rain caused to decrease suction and slope stability is rainfall with intensity 5mm/hour than rainfall with intensity 60mm/hour. The vertiver grass as a stabilization method can recommanded to increasing slope stability.
Kata Kunci : Longsoran,Stabilitas Lereng,Infiltrasi Hujan,landslide, rain infiltration, suction,slope stability