Perilaku geser balok laminasi kayu jati kelas umur 1 hasil penjarangan
BASRI, Syamsul, Prof.Ir. H. Morisco, Ph.D
2007 | Tesis | S2 Teknik SipilKayu merupakan salah satu bahan bangunan yang dapat dipakai sebagai elemen struktur. Di pasaran komersial kayu berdiameter besar semakin berkurang, sementara pemanfaatan kayu diameter kecil cenderung belum maksimal. Kayu diameter kecil selama ini tidak digunakan untuk elemen struktur mengingat ukurannya yang terbatas. Diantara kayu diameter kecil yang belum dimanfaatkan secara optimal tersebut adalah kayu Jati KU 1 hasil penjarangan. Dalam penelitian ini akan mencoba memanfaatkan kayu diameter kecil untuk dibuat balok struktur, khususnya kayu Jati KU 1 hasil penjarangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kamampuan kayu Jati KU 1 hasil penjarangan sebagai balok laminasi, serta mengetahui pengaruh posisi susunan laminasi dari papan dekat hati dan papan dekat kulit. Kayu yang digunakan adalah kayu Jati KU 1 hasil penjarangan dari Perhutani KPH Saradan Kabupaten Madiun. Balok laminasi disusun dari 6 buah papan dengan tebal 2 cm, lebar 6 cm dan panjang 100 cm. Variasi yang dilakukan adalah BV 01 (4 buah papan dari bagian dekat hati dan 2 buah papan dekat kulit), BV 02 (2 papan dekat hati dan 4 papan dekat kulit), BV 03 (6 buah papan dekat hati), BV 04 (6 buah papan dekat kulit), BV 05 (sama dengan BV 01, dibedakan arah lingkaran tahun). Masing-masing variasi balok laminasi dibuat 3 benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Balok variasi BV 01, BV 02, dan BV 03 mempunyai kekuatan yang relatif sama, karena pada masing-masing variasi tersebut terdapat unsur penyusun papan yang diambil dari bagian dekat hati yang diletakkan pada pinggir balok. BV 04 memiliki kekuatan yang paling rendah karena pada variasi ini semua papan penyusun balok diambil dari bagian dekat kulit.Penggantian papan penyusun dari bagian dekat hati dengan bagian dekat kulit cenderung membuat kekuatan balok laminasi semakin turun. Penempatan arah lingkaran tahun tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan geser balok laminasi.
Wood is one of the building materials commonly used as structure element. At free market today, lumber having a large diameter is becoming rare while one with a small diameter has been unpopular as a structure elemen due to it’s small size. An example of lumber with small diameter is thinning age class 1. This study to show the use of small-diameter teakwood as a structure beam. It is also aimed to measure the strength of thinning age class 1 as a lamination on both layers surrounding the hub and those adjoining the bark. Tested material in use was the thinning age class 1 from Perhutani (the state-owned forest managing company) in Saradan, Madiun, East Java. The Lamination beams contained six planks, each was 2 cm thick, 6 cm wide and 200 cm long. They were classified into five varying tested materials : BV 01 consisting of four layers next to the hub and two others close to the bark, BV 02 : two layers next to the hub and four near the bark, BV 03 : six layers near the hub, BV 04 : six near the bark and BV 05 : four layers near the hub and two other near the bark of radial and tangential. Each of the varying lamination beam had three different tested materials. The tests showed that BV 01, BV 02, and BV 03, had relatively the same strength due to the fact that each of the beam had the same layer which had been taken from the one near the hub and put on the beam’s edge. BV 04 turned out to be the least strong because all layers came from those near the bark. Once the layer near the hub was replaced by the one near the bark, the strength of the lamination beam decreased. The direction of radial and tangential had and effect on the strength of lamination beam : BV 01 became significantly different from BV 05
Kata Kunci : Balok Laminasi,Kayu Jati Kelas Umur 1,Penjarangan,Perilaku Geser,Lamination beam, thinning age class