Laporkan Masalah

Karakteristik perbaikan dinding Batafoam dengan menggunakan tulangan diagonal eksternal akibat beban statik dan beban bolak-balik

JAMIL, Yosep, Ir. Iman Satyarno, ME.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Negara Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Efek setelah kejadian gempa adalah banyaknya korban jiwa yang meninggal dan rusaknya bangunanbangunan fisik. Dari pengalaman gempa-gempa yang pernah terjadi di Indonesia, bahwa kerusakan banyak terjadi pada bangunan-bangunan sederhana (nonengineering building) seperti sebagian besar rumah penduduk, sekolah, tempat ibadah dan yang lainnya. Diantara kerusakan tipikal yang sering terjadi pada bangunan-bangunan sederhana di Indonesia adalah dinding-dinding retak pada arah diagonal, kegagalan pada sudut-sudut dinding, dan dinding cenderung runtuh. Oleh karena itu perlu sekali dikaji terus masalah perbaikan dinding pasca gempa supaya memperoleh metode perbaikan yang dapat meningkatkan kekuatan dan atau daktilitas dinding, disertai metode pelaksanaan yang mudah dan ekonomis. Untuk hal tersebut di atas, maka penelitian ini dibuat dengan objek dinding batafoam dengan tulangan Horizontal (infilled batafoam with horizontal bars /IBHB- 200). Perbaikan IBHB-200 ini, atau disingkat RIBHB-200 (Repairing of infilled batafoam with horizontal bars), menggunakan tulangan diagonal eksternal φ 10 pada sisi dalam dan sisi luar. Pendekatan beban gempa, dilakukan dengan uji beban statik berdasarkan standar ASTM E 564 dan beban bolak-balik berdasarkan standar ASTM 2126-02a untuk memperoleh karakteristik dinding pasca elastis meliputi hubungan load-displacemant, pola retak, drift ratio, stiffness, maximum shear strength, damping dan daktilitas. Sebelum pengujian, IBHB-200 pasca beban statik dan IBHB- 200 pasca beban bolak-balik diperbaiki dahulu dengan cara melakukan chipping pada daerah retakan kemudian diisi dengan mortar, membongkar kerusakan beton pada kolom praktis kemudian dicor kembali, dan terakhir memasang tulangan diagonal eksternal yang diangkurkan pada titik simpul persimpangan kolom-balok praktis dan kolom praktis-sloof. Dari hasil penelitian, perbaikan IBHB-200 dengan tulangan diagonal pada pengujian beban statik dapat meningkatkan kapasitas beban puncak (71,3%), simpangan runtuh (156,17%), penyerapan energi (353%), daktalitas (50,65%) dan kuat geser ultimit (71,3%). Sedangkan untuk pengujian beban bolak balik dapat meningkatkan kapasitas beban puncak (47,58% pada kondisi initial dan 70,501 pada kondisi stabil), simpangan runtuh (72,22% pada kondisi initial dan 69,294% pada kondisi stabil), daktalitas (0,7% pada kondisi initial), kuat geser maksimum (47,586% pada kondisi initial dan 70,5% pada kondisi stabil), dan efektifitas redaman (damping) serta durasi pembebanan. Pola keruntuhan yang terjadi sama dengan IBHB-200 yaitu keruntuhan bertangga pada sambungan mortar dengan batafoam (stairstep thruogh joints) dan keruntuhan gelincir memanjang pada sambungan mortar dengan batafoam (sliding along bed joints).

Indonesia is an area that is subject to earthquake. The earthquake can cause buildings damaged. The earthquake experience, which has been occurred in Indonesia, has shown many damages to non engineering building such as houses, schools and the others. Among typical damages of it are diagonal crack on wall, failure of wall corner and collapse of wall. Therefore, study of repairing wall damages is important to get the effective repairing method. Base on the above explanation, this research was made with object of infilled batafoam with horizontal bars (IBHB-200). The Repairing of IBHB-200 (RIBHB- 200) used external diagonal bar ∅ 10 mm at both sides. The approach of earthquake load was conducted by static load and cyclic load for strong wall direction. The static load test is based on ASTM E 564 standard and the cyclic load test is based on ASTM 2126-02a standard. The load test will obtain characteristic of wall, i.e. load, displacement, drift ratio, stiffness, maximum shear strength, ductility, and failure pattern. Before load test, the wall was repaired by patching the crack area, infilling mortar in it, pouring of concrete for beam and column damages, and installing external diagonal bar to the wall. The result of repairing IBHB-200 by using external diagonal bar for the static load test can increases peak load (71.3%), failure displacement (156.17%), energy absorption (353 %), ductility (50.65%), and Ultimate Shear Strength (71.3%). For the cyclic load test can increases peak load (47.58% for initial condition and 70.501% for stable condition), failure displacement (72.22% for initial condition and 69.294% for stable condition), ductility (0.7% for initial condition), maximum shear strength (47.586% for initial condition and 70.5% for stable condition), and damping affectivity. The failure pattern for RIBHB-200 is similar to IBHB-200 with stair step through joints and sliding along bed joints.

Kata Kunci : Dinding Batafoam,Tulangan Diagonal Eksternal,Beban Statik dan Bolak,balik, Batafoam, horizontal bar, static load, cyclic load, external diagonal bar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.