Perbandingan hasil penyulingan daging dan kulit dari jahe gajah, jahe emprit, jahe merah sistem destilasi uap dan air untuk memperoleh minyak atsiri (Gingger Oil)
SUSIHONO, Wahyu, Ir. Hermawan, M.Si
2007 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Teknologi Industri Kecil dan MeneJahe adalah salah satu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri (gingger oil), bersumber dari rhizoma atau rimpang. Kontribusi minyak jahe baru 0,3 % dari total ekspor minyak atsiri Indonesia. Saat ini penggunaan jahe masih sangat terbatas. Daerah Wonosobo ditemukan 3 jenis jahe yang ditanam petani yaitu jahe Gajah, jahe Emprit dan jahe Merah. Hasil panen jahe tersebut sebagian besar dijual mentah dipasar tradisional Kaliwiro, Tlaga, Padas Lintang dan Leksono maka wajar bila keuntungan budidaya tanaman ini relatif kecil. Belum adanya koordinasi yang baik dalam penanamannya, sehingga jahe gajah paling dominan ditemui, sebaliknya jahe merah sangat sedikit dari petani yang melakukan penanaman. Penelitian ini berupa studi eksperimen bertujuan untuk mengetahui perbandingan rendemen yang diperoleh dari kulit dan daging jahe Gajah, jahe Emprit dan jahe Merah dengan menggunakan proses water and steam destilation kapasitas 5000 gram bahan baku. Uji karakteristik minyak, dilakukan untuk mengetahui kelayakan jual maka dilihat kesesuaian dengan standar EOA. Analisa ekonomi atau finansial berfungsi untuk menentukan jenis jahe yang paling menguntungkan dari ketiga jahe tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen dari yang paling tinggi secara berturutturut berasal dari kulit jahe Merah, kulit jahe Emprit, kulit jahe Gajah, kulit dan daging jahe Merah, kulit dan daging jahe Emprit, daging jahe Merah, daging jahe Emprit, kulit dan daging jahe Gajah, daging jahe Gajah yang besarnya secara berturut-turut adalah 1,102%; 1,012%;0,947%; 0,887%; 0,675%; 0,61%; 0,465%; 0,454%; 0,248%. Konsentrasi Zingiberen pada jahe Gajah paling tinggi 41,4799, namun setelah dilakukan uji karakteristik, bilangan penyabunan mencapai 25,52% maka tidak layak jual sebagai minyak atsiri, sedangkan jenis lainnya memenuhi standar Essential Oil Association of USA (EOA). Hasil analis finansial menunjukan budidaya jahe Emprit paling menguntungkan dibanding jahe Gajah dan jahe Merah.
Ginger is one of plants that producing ginger oil, sourcing from its rhizome. The contribution of ginger oil is just 0.3% from the total export of Indonesia essential oil. Nowadays, the using of ginger oil is still very limited. In Wonosobo area is founded 3 kinds of ginger planted by the farmer. They are ‘gajah’ ginger, ‘emprit’ ginger and ‘red’ ginger. The harvest of those gingers mostly sold directly in the traditional market, such as Kaliwiro, Tlaga, Padas Lintang and Leksono. Therefore, it is reasonable if the profit of growing of this plant is relatively low. Gajah ginger is the most dominant, while red ginger is rarely because there is no coordination in the planting process. This research is an experiment study to find out the comparison of rendemen produced by rind and flesh from gajah ginger, emprit ginger and red ginger using water and steam distillation process with capacity: 5000 gram of raw materials. Characteristic test of oil is performed to find out the feasibility of sales in conformity with Essential Oil Association Standard. Economics and financial analysis is used to determine what kind of ginger which is most profitable to be grown. The research result shows that the highest rendemen is rind of red ginger, followed by rind of emprit ginger (1.102%), rind of gajah ginger (1.012%), rind and flesh of red ginger (0.947%), rind and flesh of emprit ginger (0.887%), flesh of red ginger (0.675%), flesh of emprit ginger (0.61%), flesh of red ginger (0.465%), flesh of emprit ginger (0.454%), rind and flesh of gajah ginger (0.248). The Concentration of Zingiberen in gajah ginger is the highes, that is 41,4799, but after characteristic test is performed, its ‘soaping number’ achieves 25,52%, therefore the essential oil is not feasible to be sold, while the others conform with the Essential Oil Association of USA (EOA) standard. Financial analysis shows that emprit ginger is more profitable gajah ginger and red ginger.
Kata Kunci : Penyulingan Minyak Atsiri,Destilasi Uap dan Air,Flesh and rind of ginger, Water and Steam distillation, ginger oil, economics analysis