Laporkan Masalah

Ukuran cacahan sampah organik perkotaan terhadap waktu pengomposan dengan penambahan Stardec

OKTARIAN, Mega, Ir. Aswati Mindaryani, MSc

2007 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Tek. Pengolahan dan pemanfaatan S

Penelitian ini untuk mengetahui suatu cara yang lebih efektif dari pengolahan sampah organik perkotaan. Perbandingan C/N rasio sampah organik perkotaan di Indonesia antara 30/1 sampai 40/1 (Schuchardt : 1994). Dengan rasio ini, sampah organik perkotaan dapat dijadikan kompos yang baik. Stardec adalah komsorsium kumpulan mikroba yang dapat mempercepat pertumbuhan bakteri yang terdapat pada sampah organik. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah mengetahui pengaruh waktu pengomposan sampah organik perkotaan dengan menggunakan aditif stardec. Komposisi rasio C/N yang digunakan pada sampah organik perkotaan adalah 30/1, kondisi optimum didapat pada ukuran cacahan 2 cm (105,5 kg) ditumpuk pada wadah kotak berukuran (2m x 1m x 0,6m) volume 1,2 m3 dengan tambahan 250 gram stardec dengan waktu pengomposan selama 24 hari. Setiap 3 hari dilakukan pembalikan sampah organik dan dilakukan penambahan air sebanyak 6 liter. Setiap selang 5 jam dilakukan pengukuran pada temperatur, pH, kelembaban dan penyusutan sampah organik. Data dikumpulkan sampai adanya indikator penurunan temperatur pada proses pengomposan. Prosedur yang sama dilakukan pula pada ukuran cacahan 6 cm dan 10 cm. Kompos yang dihasilkan kemudian dianalisa berdasarkan SNI 19-7030- 2004 tentang Mutu Kompos. parameter uji terdiri atas 15 bagian dan terbagi dalam 4 kelompok : unsur fisis (kelembaban, temperatur, pH, warna, bau dan waktu); unsur makro (bahan organik, N, P, K dan C); unsur mikro ( Cu dan Zn) dan unsur lain seperti Fe. Hasil penelitian menunjukkan kompos yang diproduksi memenuhi semua unsur-unsur yang telah ditentukan, kecuali rasio C/N. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada ukuran cacahan 2 cm memerlukan waktu yang relatif singkat dan kualitas kompos yang dihasilkan lebih baik dari ukuran cacahan 6 cm dan 10 cm.

The main idea of this research is to find more effective way to use the organic waste from urban area. Ratio C/N of urban organic wastes in Indonesia is between 30/1 and 40/1 (Schuchardt: 1994). With this ratio, the urban organic waste in Indonesia can produce a good compost. Organic waste can be utilized as fertilizer by composting. It is time consuming, if the composting is operated under the normal condition without any additive. Stardec is microbe consortium, can accelerate growth of the bacterium from organic waste’s. The aim of the research is to find the effect of waste’s size the composting time of urban organic waste using stardec. A certain composition of urban organic waste with ratio C/N equal to 30/1, which is the optimum was cut into certain size 2 cm, 105.5 kg of this waste cut was placed in the box (2 m x 1 m x 0.6 m), 1.2 m3 volume and 250 gram of stardec was added and leave the waste for 24 day. Every 3 days, upside down rotation the pile of organic waste was conducted and 6 litre of water was added. Every 5 hours, the temperature, pH, water content and height of waste pile were measured. The data were collected until the temperature decreased. The same procedures were run for different size of waste, 6 cm and 10 cm. The quality of compost produced is then analyzed using the parameters inline with SNI 19-7030-2004. The parameters comprising 15 items divided into 4 categories; physical element (humidity, temperature, pH, color, smell, time), macro element (organic materials, N, P, K and C), micro element (Cu and Zn) and another element such as Fe. The result indicates that compost produced from urban organic waste is fulfill all necessary elements, only the C/N ratio. Finally this research conclude that the organic waste sizing 2 cm need the lowest time of composting and resulting the best compost compare with those 6 cm and 10 cm.

Kata Kunci : Sampah Organik,Rasio C/N,Pengomposan,Organic Materials, C/N Ratio, Size, Compost


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.