Pembuatan biodiesel dari distilat asam lemak minyak sawit dan etanol menggunakan katalis asam sulfat
YULISYIONO, HB. Slamet, Dr.Ir. Bardi Murachman, SU.,DEA
2007 | Tesis | S2 Teknik Kimiapada pengolahan minyak goreng dari minyak sawit, mengandung asamasam lemak jenuh dan asamasam lemak tidak jenuh dengan bagian terbesar adalah asam palmitat (lebih dari 40%) dan asam oleat (lebih dari 36%). Asamasam lemak ini dapat diesterifikasi menjadi etil ester yang memiliki sifatsifat fisis mirip solar. Oleh karena itu, etil ester atau biodiesel dari DALMS dapat dipertimbangkan sebagai bahan bakar alternatif pada mesin diesel. Penelitian ini mengolah distilat asam lemak minyak sawit (DALMS) dan etanol menjadi biodiesel dengan menggunakan katalis asam sulfat. Proses reaksi dijalankan secara batch pada tekanan 1 atm dengan variasi perbandingan ekivalen dari reaktannya dan variasi suhu reaksi. Pencucian biodiesel dilakukan sesuai bubble washing. Sifatsifat fisis biodiesel yang diuji adalah densitas, viskositas, titik tuang, titik nyala, residu karbon conradson, korosi lempeng tembaga, kandungan air dan warna ASTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi pembentukan etil ester/biodiesel dari DALMS dan etanol menggunakan katalis asam sulfat merupakan reaksi homogen dengan langkah reaksi kimia yang mengendalikan. Perbandingan ekivalen yang dianggap optimal adalah 5,753. Hubungan antara konstanta kecepatan reaksi dan suhu reaksi dari 6080 0 C dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan Arrhenius : (rumus) Pengujian sifatsifat fisis biodiesel sebelum dan sesudah pencucian menunjukkan bahwa pencucian biodiesel sesuai prinsip bubble washing dapat digunakan untuk memproduksi biodiesel kualitas baik. Pengujian sifatsifat fisis campuran biodieselsolar (Bxx) juga menunjukkan bahwa biodiesel dapat dicampurkan ke dalam solar pada perbandingan maksimum 2:3 (produk B40) dan tetap memenuhi standar ASTM untuk bahan bakar solar. Dengan demikian, B40 ini dapat direkomendasikan sebagai pengganti bahan bakar solar
Palm fatty acid distillate (PFAD) is a byproduct from palm oil refinery process, contains mainly over 40% of the saturated C:16.0, palmitic acid and over 36% of the monounsaturated C:18.1, oleic acid. These can be esterified with ethanol to the ethyl esters having properties like petroleum diesel. Therefore the ethyl esters or biodiesel coming from PFAD can be considered as alternative fuel in diesel engines. This research processes PFAD and ethanol to the biodiesel using sulphuric acid as catalyst. Process the reaction was performed in a batch reactor at atmospheric pressure with the variation of equivalent ratio between ethanol and PFAD and the variation of temperature reaction. Washing the biodiesel was done using bubble washing method in a vertical glass tube. The physical properties of biodiesel being observed are density at 15 0 C, kinematic viscosity at 40 0 C, pour point, flash point closed cup PenskyMartens, conradson carbon residue 100% sample, copper strip corrosion at 50 0 C / 3 hours, water contain, and colour ASTM. Result of research indicates that the reaction is a homogeneous reaction, limited by a chemical reaction. The ratio of equivalent between ethanol and PFAD assumed optimal is 5.753. The relation between reaction rate constants and reaction temperature in the temperature range of 60 to 80 0 C may be expressed in the Arrhenius form as : (rumus) The examinations of physical properties of biodiesel before and after washing indicate that bubble washing can be operated producing good biodiesel. The examinations of physical properties of biodieselpetroleum mixtures (Bxx products) also indicate that biodiesel can be blended with petroleum diesel in the ratio of maximum 2:3 (B40 product) and still fulfill the ASTM standard for the diesel fuel. Therefore, the B40 can be recommended as substitution of diesel fuel.
Kata Kunci : Biodiesel,DALMS,Etanolisis, biodiesel, PFAD, esterification, ethanolysis