Laporkan Masalah

Analisis penggunaan fungsi polinomial untuk penilaian tanah secara massal :: Studi kasus kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman

CAHYONO, Ari Joko, Ir. Waljiyanto, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Nilai tanah semakin lama terasa penting dalam hampir seluruh kegiatan ekonomi antar manusia, yang nantinya akan berpengaruh pada besarnya harga tanah. Informasi besarnya nilai tanah sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Nilai tanah untuk keperluan perpajakan digunakan sebagai dasar dalam penentuan NJOP. Besarnya NJOP seharusnya dapat mencerminkan keadaan harga tanah sebenarnya. Sementara kenyataannya di lapangan besarnya NJOP sulit menyesuaikan dengan perubahan harga tanah, terutama di daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi cukup cepat. Hal ini ditandai dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Untuk itu perlu dilakukan kegiatan penilaian tanah khususnya penilaian tanah secara massal. Tujuan penilaian tanah massal adalah untuk menentukan nilai tanah berdasarkan faktorfaktor penentu nilai tanah yang dinyatakan dalam bentuk model matematis. Dalam penelitian ini fungsi polinomial digunakan sebagai dasar pembentukan model, karena dapat menggambarkan hubungan nonlinier antara faktor-faktor penentu nilai tanah dengan besarnya nilai tanah. Hasil pemodelan digambarkan dalam bentuk Peta Nilai Tanah. Pembentukan model matematis menggunakan metode kuadrat terkecil dengan melibatkan lima variabel bebas berupa Jarak ke Perguruan Tinggi, Jarak ke Pusat Perdagangan, Jarak ke Pusat Pemerintahan, Lebar Jalan dan Bentuk Tanah serta satu variabel terikat yang berupa Nilai Tanah. Data transaksi yang digunakan berjumlah seratus tiga puluh tiga sampel ditambah dua puluh satu sampel untuk mengevaluasi hasil penilaian. Pemilihan model fungsi polinomial orde-1, orde-2, orde-3 dan orde-4 dilakukan berdasarkan nilai Koefisien Determinasi (R2) dan Jumlah Kuadrat Sisa (JKS). Pengujian secara statistik berupa uji-t, uji-f dan uji R2 dilakukan untuk mengevaluasi model estimasi yang telah terpilih. Tingkat akurasi model penilaian tanah dapat dilihat dari nilai rasio mean, median, weighted mean dan geometric mean, sedangkan tingkat keseragaman model estimasi dilihat dari nilai COD, COV dan PRD. Hasil pengujian model penilain tanah digunakan untuk memprediksi nilai tanah di lokasi penelitian. Pembuatan Peta Nilai Tanah menggunakan tools Sistem Informasi Geografis. Model penilaian tanah dengan menggunakan fungsi polinomial orde-3 merupakan penduga yang cukup baik dengan nilai Koefisien Determinasi sebesar 84.6 %. Penelitian yang dilakukan menghasilkan tingkat akurasi penilaian dengan rasio mean sebesar 96 %, median sebesar 97 %, geometric mean sebesar 96 % dan weighted mean sebesar 96 %. Sedangkan tingkat keseragaman model penilaian cukup baik dengan nilai COD sebesar 4 %, nilai COV sebesar 9 % dan nilai PRD sebesar 100 %, sehingga model penilaian tidak mengalami bias dalam memprediksi nilai tanah. Pada akhirnya model penilaian tanah yang dihasilkan dalam penelitian ini cukup akurat digunakan dalam mengestimasi nilai tanah di wilayah Kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman

Land value become more important for almost all of economic activities among the people, where it will be affecting land price. The information about land value is very needed in many sectors. Land value is used to define NJOP for tax assessment. NJOP should represent the real land market price. The fact is very difficult to find NJOP to follow the fluctuation of land market price, especially in region that has a fast economical growth. It happens in district of Sinduadi, Mlati, Sleman. Therefore land valuation especially mass appraisal is needed. Mass appraisal intends to determine land value based on factors affecting land value, that expressed in mathematical model. In this research, polynomial function is used as a model development base, because the polynomial could describe a nonlinear relationship between factors affecting land value as independent variables and land value as dependent variable. The modeling result is represent as land value map. The formation mathematical model was using Ordinary Least Square (OLS) Methode with five independent variables were distance to college, distance to CBD, distance to government center, road width, land shape and one dependent variable was land value. The sales data used in this research about 133 plus 21 samples for evaluated appraisal result. The choosen of first degree polynomial, second degree polynomial, third degree polynomial and fourth degree polynomial function based on coefficient of determination level and the sum of squared errors level. The statistical testing (t-test, ftest and R2-test) to evaluate choosen estimated model. The accuration level of appraisal showed by mean-ratio, median-ratio, weighted mean-ratio and geometric mean-ratio, and appraisal uniformity showed by COD, COV and PRD. The testing result of appraisal was used to predicted land value in study area and tools of Geographic Information Systems was used to made land value map. The third degree polynomial land valuation model is a good enough estimator with R2 about 84,6 %. The research showed that appraisal level with mean-ratio 96 %, median-ratio 97 %, geometric mean-ratio 96 % and weighted mean-ratio 96 %. The appraisal uniformity is good enough too with COD about 4 %, COV about 9 % and PRD about 100 %, so appraisal model was not bias to estimate land value. In the end, the result of land valuation model showed that it is accurate, if it used to estimate land value in Sinduadi district, Mlati, Sleman.

Kata Kunci : Penilaian Tanah,Fungsi Polinomial,Akurasi, polynomial, land value, model, accuration, uniformity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.