Laporkan Masalah

ontribusi saluran bawah tanah 150 kV untuk perbaikan profil tegangan sistem di Yogyakarta

HANI, Slamet, Ir. T. Haryono, M.Sc.,C.Eng.,MIEE

2006 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Pada perencanaan dan pengoperasian sistem tenaga listrik, selain faktor ekonomis dan faktor lingkungan, adalah juga keamanan dan keandalan yang tinggi, salah satu kriterianya adalah perbaikan profil tegangan sistem dan pengurangan rugi daya yang kemungkinan terjadi penurunan tegangan karena beban puncak. Dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh saluran transmisi bawah tanah 150 kV, sebagai perbaikan profil tegangan sitem di wilayah D.I Yogyakarta melalui studi aliran daya yang di eksekusikan dengan perangkat lunak Electrical Transient Analysis Program (ETAP) PowerStation 4.0.0. Studi yang dilakukan dengan menggunakan model saluran dan data yang diambil sebagian saluran transmisi 150 kV dari Konfigurasi jaringan sub sistem Jawa Tengan & DIY pada waktu kondisi beban puncak, yang kemudian disimulasikan menggantikan dua saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) yang ada dengan saluran udara (SUTT). Hasil simulasi menunjukkan bahwa kehadiran SKTT drop tegangan rata-rata pada sistem sebesar 0,74%, nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan SUTT yakni sebesar 1,21%. Dua saluran SKTT yang ada juga membangkitkan daya reaktif pada sistem 81,48% dari daya reaktif yang dibutuhkan beban. Dengan demikian kehadiran SKTT memberikan kontribusi tegangan pada sistem dan mengurangi rugi-rugi daya pada saluran.

The design and operation of electrical power system, economic factor, environmental factor, security factor and reliability factor shoud considered. Some kinds of electrical power system criterion are voltage-drop and power-loss caused by peak load. The research conducts the contribution of 150 kV underground cable transmission line to increase Yogyakarta system voltage profile. A simple way to analysis some load flow study is using Electrical Transient Analysis Program = ETAP PowerStation 4.0.0. Applied to in PT. PLN (Persero) Jateng-DIY Sub System Region III, 150 kV Transmission Line. The results of simulation showed that using underground cable transmission line can decrease voltage-drop rate at the power system rep to 0.74%, compared to using overhead transmission line which is 1.21%. Underground cable transmission line is generated of reactive power by a value off 81.48% from load reactive power. So the underground cable transmission line contribute to decrease voltage-drop and power-loss on the electrical power system.

Kata Kunci : Sistem Tenaga Listrik, Saluran Transmisi, Profil Tegangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.