Laporkan Masalah

Tipologi jalur akses kawasan wisata pesisir Pantai Gunungkidul :: Kasus Pantai Krakal

RUSLA, AS, Ir. Budi Prayitno, M.Eng.,Ph.D

2006 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)

Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten terluas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Isu rencana pembangunan proyek Jalur Jalan Lintas Selatan merupakan rencana pembangunan strategis skala nasional yang akan melewati Kabupaten Gunungkidul sepanjang ±81,26 km, mulai dari Girijati Kecamatan Purwosari hingga Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul. Secara langsung hal tersebut diindikasikan akan turut berpengaruh terhadap perkembangan Kabupaten Gunungkidul, khususnya kawasan pesisir pantainya yang merupakan rangkaian pesisir Pantai Selatan Yogyakarta. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe jalur akses kawasan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan ruang jalan pada jalur akses untuk kawasan wisata pesisir pantai, dengan kasus Pantai Krakal Gunungkidul Yogyakarta yang mempunyai objek/daya tarik wisata khas. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei dengan pola deskriptif analitis. Penelitian dilakukan dengan mengambil kasus pada titik-titik amatan pemberhentian yang ditentukan oleh kondisi penelitian dan disertai survei lapangan, juga wawancara secara langsung. Lingkup penelitian terbagi menjadi dua; secara makro yaitu penghubung jalur antara kawasan wisata pantai Parangtritis dan Baron, Kukup, Krakal (inter coastal); serta secara mikro yaitu dalam kawasan wisata pantai Krakal itu sendiri (intra coastal). Cara penelitian, dilakukan dengan mengidentifikasi ruang jalan serta faktor-faktor pembentuk ruang jalan maupun kualitas visual ruang jalan sepanjang jalur untuk mendapatkan variasi jalur akses kawasan dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif analitis, sehingga didapatkan tipologi jalur akses kawasan pesisir pantai dan pengembangannya maupun pendekatan pengembangan ruang kawasan. Adapun kajian studi desain dari literatur digunakan sebagai komparasi data dalam menentukan pendekatan pengembangan ruang kawasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi jalur akses kawasan dipengaruhi keadaan terrain (bentuk lahan) dan kesan yang diciptakan (visualibilitas) dipengaruhi oleh kontinuitas ruang jalan dalam menampilkan objek, dimana hal ini terkait topografi kawasan yang merupakan daerah berbukit dan memiliki panorama alam-pantai serta dominasi vegetasi sepanjang jalur, yang mempengaruhi bentukan-bentukan ruang jalan berdasarkan elemenelemen pembentuknya, baik alam maupun buatan serta pemilik bangunan sepanjang jalur. Hal ini juga terkait dengan Intensitas pengguna transportasi di jalur jalan yang sangat tergantung kepada lebar penampang badan jalan, dalam hal ini lebar jalur sangat mempengaruhi jenis moda transportasi yang melaluinya termasuk elemen pelengkap ruang jalan (sign dan marka/rambu jalan) yang ada di sepanjang jalur yang mempengaruhi pengguna untuk melalui atau mengetahui keberadaan serta tujuan akhir dari perjalanan melalui jalur tersebut.

Gunungkidul is one of widest regencies in Yogyakarta. An issue on the project development plan of Cross-Southern Path passing through Gunungkidul is a strategic development plan at national scale that will pass Gunungkidul regency at length +81.26 km, starting from Girijati, Purwosari subdistrict to Girisubo subdistrict, Gunungkidul regency. It directly indicates that the plan will influence the regency development, mainly at coastal area of South Seashore, Yogyakarta. Therefore, this research aims to find out the types of areal access and factors influencing the establishment of path space at access path to the coastal tourism area with a case of Krakal beach, Gunungkidul, Yogyakarta, which has a specific tourism object or attractiveness. The research is a survey research with descriptive-analytical method. It is conducted using a case of the observing points determined by research condition, field survey, and direct interview. The scope of the research is divided into two levels, i.e. at macro level, the connecting path for the tourism areas of Parangtritis, Baron, Kukup, and Krakal beaches (inter-coastal) and at micro level, in the tourism area of the Krakal beach itself (intra-coastal). The research is conducted by identifying path space and factors establishing road spaces in along the path space to obtain a variety of access path and it is analyzed descriptive-analytically, so that it can be obtained the typology of access path to the coastal tourism area, its development, and the approach of areal development. And the study of design from literature is used as data comparison in determining the approach of areal development. The result of the research shows that the typology of access path in an area is affected by the condition of terrains and the impression created (visualibility), the continuity of space path in showing any objects that are related to the areal topography, which is in this regard in mountain area and it has coastal panorama and the variety of prominent vegetation in along the path influencing the forms of path space based on the establishing elements both natural or artificial ones and the building owners in along the area. The typology is also related to the intensity of transportation users in the path that extremely depend on the width of the path. In this regard the width of the path influences the mode of transportation passing through it, including complementary elements that influence users to go or to find out the existence and final destination of any travels passing through the path.

Kata Kunci : Kawasan Pesisir, Jalur Akses, Ruang Jalan, Elemen Alam dan Buatan, access path, path space, coastal area, natural and artificial elements.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.