Karakteristik Fasad bangunan-bangunan di Jalan Dr. Rajiman, Laweyan :: Penelusuran Pattern menggunakan struktur teori "Pattern Language"
REJEKI, Rusaria Sri, Ir. Djoko Wijono, M.Arch
2006 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)Laweyan merupakan salah satu kawasan yang spesifik sebagai kawasan lama di kota Surakarta Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai kaitan erat dengan kejayaan masa lampau kerajaan Pajang sekitar abad ke-16. Kawasan Laweyan dilewati oleh Jl. Dr. Rajiman yang berada pada poros yang menghubungkan antara Keraton Kasunanan Surakarta (1745) dengan bekas Keraton Mataram di Kartasura (1680 – 1745). Pada saat ini kondisi rumah tinggal penduduk umumnya masih mengikuti pola ruang Jawa, namun terdapat beberapa modifikasi ke arah bentuk lain yang disebabkan oleh terhentinya kesinambungan keturunan atau ditinggalkannya matapencaharian sebagai pengusaha batik. Perubahan kegiatan di penggal Jl. Dr. Rajiman dipandang akan berpengaruh kepada tata ruang yang sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi dan perubahan fisik bangunan yang dapat dilihat secara visual pada fasad bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pattern fasad bangunan-bangunan lama di penggal Jl. Dr. Rajiman, Laweyan sebagai pembentuk karakter spesifik kawasan. Penelitian dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama menggunakan struktur teori Pattern Language dari Christopher Alexander sebagai kerangka analisis, yang bertujuan untuk mencari pattern pada fasad bangunan-bangunan lama terpilih yang memiliki nilai historis sebagai pembentuk karakter spesifik kawasan. Tahap ke-dua, temuan-temuan pattern digunakan sebagai tolok ukur untuk melihat karakteristik fasad bangunan-bangunan di sepanjang penggal penelitian dan keterkaitan pattern yang dimiliki dengan bangunan-bangunan lain di sekitarnya secara group of buildings dengan menggunakan dasar-dasar teori lain untuk mendapatkan hasil yang lebih signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokus penelitian pola tata ruang di dalam bangunan berpengaruh pada terbentuknya karakteristik visual fasad bangunan. Bangunan-bangunan lama di penggal jalan penelitian memiliki pattern fasad yang unik yang harus dipertahankan. Keunikan muncul karena pattern fasad bangunan-bangunan tersebut tidak sepenuhnya mengikuti aturan atau normanorma pada umumnya. Secara teoritis, bangunan-bangunan lama di penggal jalan penelitian ini memiliki “the own language†yang secara definisi berbeda atau berlawanan dengan teori-teori mengenai elemen-elemen fasad bangunan.Terdapat dua jenis pattern bangunan yang terbentuk kuat oleh karakter elemen-elemen fasadnya, yaitu bangunan berkarakter “rumah tinggal juragan†dan bangunan “rumah tinggal dan kios†(mixed-use); dan pattern kombinasi antara kedua pattern tersebut.
Laweyan is the one of historical area in Surakarta that was ruled under the kingdom of Pajang in the 16th century. Dr. Rajiman Street was the main street that connected Surakarta, the Mataram kingdom in 1745 and Kartasura, the Mataram kingdom in 1680 – 1745. At the present, the dweller houses are still following the Javanese house character, yet there are some modifications according to their later use that caused the descendant quit became a batik merchant. The activity change was predicted that will be influence the space layout arranged inside the buildings, and then influence the form of façade characteristic This research aims to look for façade pattern of Laweyan houses exists within Dr. Rajiman Street segment, Solo as the former urban specific character. This research was done in two steps. First, the structure of Pattern Language theory introduced by Christopher Alexander was used as a frame of analysis in identifying pattern of selected old buildings façade that convey historical value of the former urban specific character. Searching the reasons what and how those patterns were formed is a consequence of the analysis. And the second is the finding patterns were used as a standard to see the buildings façade characteristic at all along the site research where the old buildings exist, and their pattern interrelatedness with others buildings around as the group of buildings by using another basis theory in order to get more significant outputs. The result shows that the space layout arranged inside the buildings influenced the form of façade characteristic. The buildings have unique patterns that caused the characteristic of façade elements not always in accordance with visual building façade theories commonly used as the design base. Theoretically, the Laweyan old house buildings have “their own language†that must be conserved. There are two kinds of pattern that were strongly formed by the elements of façade character, i.e. the “juragan’s house†character, and the “house and shop front†(mixed-use) character; and the other one is the combination of them (two kinds of pattern)
Kata Kunci : Fasad Bangunan, Kawasan Laweyan, Pattern Language, Façade, Pattern.