Kajian Street Space sebagai potensi revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang
ISPUTRANTO, Chistyan, Ir. Ikaputra, M.Eng.,Ph.D
2006 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Desain Kawasan Binaan)Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang dinamis, selalu terjadi suatu perubahan. Perkembangan kota yang ada saat ini hanya usaha membuka areal baru tanpa mengantisipasi bagian-bagian kota yang telah terbangun dan usaha perawatannya. Seperti juga Kota Lama Semarang yang terletak di sebelah utara kota Semarang, dahulunya memiliki peranan penting terhadap perkembangan kota Semarang itu sendiri karena kawasan ini pernah menjadi pusat kota Semarang. Kawasan ini merupakan kawasan cagar budaya, yang saat ini didominasi dengan fungsi perkantoran. Kawasan ini memiliki letak yang cukup strategis. Kawasan Kota Lama saat ini mengalami penurunan fungsi sehingga kawasan yang telah melewati masa keemasannya, mulai ditinggalkan oleh penghuninya karena nilai ekonominya yang menurun dan tidak ada upaya untuk melestarikannya. Potensi kawasan berupa bangunan dengan arsitektur Indis memiliki karakter tersendiri yang tidak dimiliki bagian-bagian kota lainnya. Selain itu tata ruang kawasannya pun sangat unik. Ruang-ruang jalan yang unik, berbentuk lorong-lorong, tidak dapat ditemui di kawasan lainnya. Upaya revitalisasi pernah dilakukan, sebatas faktor fisik (bangunan) saja. Namun tidak dibarengi dengan upaya revitalisasi di bidang ekonomi dan sosial. Sebenarnya penggunaan ruang jalan (street space) dalam kawasan dapat dijadikan potensi yang dapat dikembangkan dalam upaya revitalisasi. Pengembangan ruang jalan yang mengutamakan faktor dinding jalan (street walls) sebagai ojek utamanya. Ruang jalan yang ada dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pejalan kaki. Namun tetap tidak mengganggu pergerakan kendaraan di dalam kawasan ini. Tujuan penelitian adalah mencari faktor-faktor pembentuk street space yang mampu mengangkat karakter kawasan yang nantinya akan berpengaruh terhadap aktifitas yang terjadi di dalam kawasan ini. Sehingga dapat mendatangkan aktifitas di dalam kawasan dan akhirnya mampu menghidupkan kawasan ini. Sasaran penelitian ini adalah membuat rekomendasi dalam arahan desain ruang jalan yang dapat dikembangkan untuk mendatangkan aktifitas dalam kawasan. Analisis dilakukan dengan Metode Rasionalistik – Deduktif yaitu penelusuran penelitian berlandaskan teori-teori dan temuan data lapangan, kemudian dianalisis, dibahas, disimpulkan dan ditarik guideline terhadap Kajian Streetspace sebagai Potensi Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil pembahasan faktor-faktor pembentuk streetspace yaitu letak jalan terhadap pusat kawasan, proporsi bentuk jalan, identitas dan tampilan bangunan, fungsi ruang jalan dan aktifitas yang terjadi di ruang jalan. Faktor-faktor tersebut dikembangkan menjadi design guidelines terhadap kajian streetspace sebagai potensi revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang.
Urban area is a dynamic area, where there are always changes. Town development is only attempt to open new area without anticipating developed parts of the town and its maintenance. The example is Kota Lama in Semarang. It is located in north Semarang, and in past it had important role in development of Semarang because the area had been ever a centre of the town. The area is a cultural conservational area, which now is dominated with office function. It has strategic location. The area undergo degenerated function so the area that have passed its gold era begin to be left by its habitants due to reduction of its economic value and no attempt to conserve it. Potential of the area is building with Indies architecture having special and unique characteristic that other parts of the town do not have. In addition, spatial layout of the area is very unique too. Unique street spaces in corridor shape cannot be found in other area. Attempts to revitalize the area have been ever done, but only limited on physical factors (buildings). They were not accompanied with revitalization effort in economic and social fields. Actually, use of street space in the area can be made as potential improvable in revitalization efforts. Development of street space should emphasize street walls factor as its main objects. Available street space can be used as pedestrian facility, but it does not disturb vehicle movement in the area. The objective of the research is to look for factors forming street space that can raise character of the area that will influence activity in the area. So, it can induce activities in the area and eventually can revive the area. Target of the research is to make recommendation in design of street space that can be developed to induce activity in the area. Analyse conducted with the Rationalistic - Deductive Method that is way of research have base to theory and field data, then analysed, studied, concluded and pulled as guideline to become Study of Streetspace as Potency of Revitalisasi in Semarang’s Kota Lama Area. Results of the discussion on factors forming street space that can induce activity area factors of building and street space. Interesting buildings can influence activity occurring in outer space. In addition to activity centres placed in street space, provision of street element is important factor in effort to revitalize Semarang’s Kota Lama area. All factors are developed to be design guideline toward street space development in Semarang’s Kota Lama area.
Kata Kunci : Kawasan Perkotaan,Cagar Budaya,Revitaslisasi,Kota Lama Semarang, revitalization, street space, street walls, street elements, design guidelines