Kajian produk dan elemen penggerak pariwisata Kota Lama (Urban Heritage) Semarang dalam aspek lingkungan fisik spasial
MEYTASARI, Cinthyaningtyas, Dr.Ir. Arya Ronald
2006 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur (Perencanaan Pariwisata)Penelitian ini mempunyai tiga aspek utama yang dikaji/dianalisis, yaitu: (1) produk (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas); (2)kualitas fisik lingkungan; (3)elemen penggerak pariwisata.Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik diskriptif kualitatif, dengan observasi lapangan, pustaka, dan elemen penggerak pariwisata (indepth interviews). Temuan-temuan yang dihasilkan, yaitu: (1)Kota Lama bukan merupakan tujuan utama; (2)Kota Lama dianggap sangat menarik dan sangat berpotensi untuk dikembangkan, namun kurang pengelolaan yang baik dan kurang elemen kelengkapan kota; (3)Kurang adanya kepedulian pemerintah sebagai pemegang kebijakan utama dalam pariwisata. Dari hasil analisis dapat diambil kesimpulan, untuk membangun kawasan wisata sejarah, yang harus diperhatikan adalah: (1)faktor estetika, kejamakan, kalangkaan, peranan sejarah, memperkuat sejarah, dan lingkungan dalam men’support’ kegiatankegiatan pariwisata; (2)Kualitas lingkungan fisik, yaitu kebersihan, keteraturan, keamanan, kenyamanan, kejelasan, kemudahan mendapatkan informasi dan kemudahan dalam pencapaian; (3)Dalam mengembangkan kawasan wisata dipengaruhi oleh faktor pemicu perkembangan dan adanya even-even untuk dinikmati; (4)Masalah lingkungan dan rob harus ditangani dengan serius; (5)Penyebab Kota Lama stagnan adalah karena adanya masalah pada beberapa faktor, yaitu: kebijakan sosio-politik, partisipasi sosio-kultural, pemerintah dan stakeholder yang belum mampu menangkap peluang, sosio-ekonomi, manajemen kawasan wisata, dan kurangnya sistem informasi pariwisata.
This research have three major aspecs which is studied/analysed, there are: (1)products (attractions, amenities, and accessibilities); (2)physical environment qualities; (3)tourism generator elements. This research using rationalistic descriptive qualitative paradigm, by field observation, secondary references, and in-depth interview with tourism generator elements. The findings from this research are: (1) The Old City of Semarang is not the main destination; (2)The Old City of Semarang assumed is very attractive and has a great potency for developed, but lack of management, and lack of public amenities; (3)Lack of government attention as the main policy holder in tourism. From the result of analyses could be conclude, for developing urban heritage touris, which are should be paid attentions: (1)aecthetic factors, specific pluralistic, scarcity, historical role, historical strength, and environment for supporting tourism activities; (2)Physical environment qualities, there are: cleanliness, orderity, safety/security, comfortibility, clearness, easier for getting information, and easier for accessibility; (3)For developing tourism destination influenced by development pull factors and some events for enjoyed; (4)environmental problems and ‘rob’ should be handled seriously; (5)Stagnant of the Old City of Semarang caused many factor of problems, there are: socio-politics policy, socio-cutural participation, government and stakeholders which are not capable for catching opportunities, socio-economics, tourism destination managements, and the lack of tourism information system.
Kata Kunci : Lingkungan Fisik Spasial, Pariwisata, ota Lama Semarang, the products developer – generator elements – stagnant.