Laporkan Masalah

Studi pemeliharaan Kesehatan berbasis komunitas :: Analisis deskriptif tentang implementasi JPKM "Warta Sehat" Kota Yogyakarta

NURHADI, Drs. Rahardjo, M.Sc

2006 | Tesis | S2 Sosiologi

Sampai sekarang baru 16 persen penduduk seperti PNS dan pekerja swasta yang mengikuti askes/jamsostek dan askes swasta. Dengan demikian, sekitar 84 persen dari 200 juta jiwa penduduk harus membayar tunai untuk berobat, dan jika cara ini terus dipertahankan maka pasien akan menjadi miskin karena hartanya habis untuk membayar biaya kesehatan. Oleh sebab itu diperlukan mekanisme jaminan sosial kesehatan yang mampu menopang pemeliharaan kesehatan masyarakat, yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan yang berbasis komunitas (community based health care). Saat ini masyarakat di Kota Yogyakarta tengah mengembangkan payung Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) yang bernama JPKM Warta Sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pemeliharaan kesehatan yang berbasis komunitas (community based health care), yaitu JPKM ”Warta Sehat” Kota Yogyakarta. Secara rinci tujuan tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut: (a) mengetahui bagaimana JPKM Warta Sehat dipahami oleh berbagai aktor yang ada dalam institusi tersebut; (b) mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana JPKM Warta Sehat dilaksanakan oleh berbagai elemen yang ada, yaitu: partisipan (peserta), pelaksana lapangan (pengurus), Penyelenggara Pelayanan Kesehatan (PPK) dan aparat pemerintah; dan (c) mengetahui dan mendeskripsikan relevansi/manfaat JPKM Warta Sehat bagi partisipan (peserta) dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan. Penelitian dilakukan di Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Informan yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang terdiri atas peserta keluarga miskin (gakin), peserta perorangan, pengurus kelurahan, pengurus tingkat kota, pegawai kelurahan, pegawai puskesmas, dan pegawai Dinas Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada kesamaan dan perbedaan pemahaman tentang JPKM Warta Sehat diantara peserta, pengurus, PPK dan pemerintah; (2) partisipasi peserta dalam mengikuti program JPKM dapat dikatakan sebagai partisipasi semu. Sebagian besar peserta hanya melakukan aktifitas mendaftar sebagai peserta dan membayar iuran. Sedangkan terhadap perkembangan organisasi sama sekali tidak mengetahui, seperti jumlah peserta, kondisi keuangan, permasalahan, prosedur pengajuan klaim, dan aturan main yang lain, (3) ada empat relevansi/manfaat JPKM bagi peserta dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan, yaitu: (a) adanya pemerataan akses pelayanan kesehatan, yang meliputi kesamaan dalam pelayanan kesehatan, kemudahan akses pelayanan, dan kemudahan dalam pengurusan adminitrasi; (b) pemeliharaan kesehatan terpadu, yang meliputi: pertama adanya jaminan pemeliharaan kesehatan ”secara terpadu” dan yang kedua adalah adanya ”kepastian” dalam hal pelayanan kesehatan; (c) manfaat ekonomi; dan (d) jaminan rasa tenteram yang meliputi berkurangnya biaya kesehatan, adanya bantuan sosial, adanya pengurangan resiko, dan adanya rasa kebersamaan; (4) Ditinjau dari tingkat accuracy (ketepatan), JPKM Warta Sehat sebenarnya merupakan media yang tepat untuk menjamin kesehatan anggotanya. Namun karena adanya hukum bilangan banyak (the law of large number), sedangkan jumlah peserta JPKM Warta Sehat masih sedikit, menyebabkan klaim yang diperoleh peserta relatif kecil. Hal ini menimbulkan kesan seolah-olah JPKM tidak tepat sasaran.

To date it is only 16 percent of workers like PNS (civil servants) and private sector labors who apply for askes/jamsostek (health insurance) and private askes. Thus there are 84 percent of 200 million people that should pay in cash for their medical costs. If this continues to exist, patients will become poor because their money will be used up for medical cost. Therefore, social health care security is required to support people health maintenance, i.e., community based health care. Recently Yogyakarta people have been developing support for Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM), people health care insurance, called JPKM Warta Sehat. The objective of the study is to describe the implementation of community based health care program, i.e., JPKM “Warta Sehat” Yogyakarta. The objective of the study are: (a) to observe how JPKM Warta Sehat is understood by various actors in the institution; (b) to observe and describe how JPKM Warta Sehat is carried out by existing elements, i.e.: participants, field actors, Health Service Provider (HSP), and government apparatus; and (c) to observe and describe the relevance/use of JPKM Warta Sehat for participants in overcoming their health problems. The study was carried out in Terban village, Gondokusuman subregency, Yogyakarta District by using descriptive-qualitative method. There were 15 people comprising poor family, individual participant, village officers, district officer, village staffs, puskesmas staffs, and Health Service staffs used as informants in the study. The result of the study shows that: (1) there is similarity and difference in understanding about JPKM Warta Sehat among member, actor, and HSP and government; (2) the participation of the member in the program can be said as unrealistic participation. Most of them only registered and paid fee. They had no care about organization progress, such as the number of member, financial condition, existing problems, claim processing procedure, and other rules of the game, (3) there are four relevance/benefits of JPKM for members in overcoming their health problems, i.e.: (a) equality in access of health care, including equality in health service, easy of service access, and easy of administration process; (b) integrated health care, including: first, security in integrated health care and second certainty in health care; (c) economic benefits; and (d) insurance in peacefull mind, including decrease in health cost, social aid, decrease in risk, and togetherness; (4) From the aspect of accuracy, JPKM Warta Sehat is actually a suitable media to ascertain the health of its members. However, beacause of the law of large number, nothing that the number of the member still low, claim received by the participant is relatively small. This gives an impression that JPKM seems to shoot unsuitabel target.

Kata Kunci : Pembangunan Kesehatan,Program Pemeliharaan Kesehatan,JPKM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.